JIWA YANG TERSESAT

          Terjerat heningnya malam, kaku oleh sepi, mematikan rasa, terbutakan kelima indraku ketika hanya terdiam sendiri di sudut kamar berharap dia membalas pesan di teleponku “LIFSTIN” seseorang yang entah mengapa mengalihkan perhatianku sejak aku mengenalnya beberapa tahun lalu hingga terakhir aku mengatakan “Aku sayang kamu”, perasaan ini tak berubah sedikitpun, tatkala di akhir aku duduk di bangku sekolah SMK banyak terjal dan karang jadi seni di hidupku, termasuk dia.

            Kring….suara nyanyian band “Laruku” dari hpku berteriak, aku angkat karena aku tahu Lifstin memanggilku lewat media ini, “assalamu’alikum, kenapa sech sms-ku tidak pernah di bales???”, dia hanya terdiam sesaat, aku merasakan kesedihan, jeritan hasrat yang lelah mengikuti awal suaranya, “maav aku kayaknya tidak bisa sama kamu…”, sayatan  itu langsung menghujam jiwaku, kata – kata yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, terpikir semua pertanyaan untuk aku tahu kenapa ….,”kamu bosen ya sama aku?”, dia tidak menjawab tapi aku tahu air kesedihan itu mewarnai indah bening cantik wajahnya. Hatiku semakin sakit mendengarnya terbayang semua cerminan iblis dari dalam diriku.

Aku bukanlah oraang sempurna, dan aku tidak pernah mengejar mimpi itu, ketika ia memberikan hujan kasih sayangnya, menghias seni cinta kita, melukis pelangi kasih semangat untukku, aku hanya terdiam buta atas semua keindahaan hadirmu disisiku, hingga aku merasa kehilangan, penyesalan itu tertinggal berkas. Tak kuat aku mengejar waktu, meraihnya memutar masa, hanya untuk melihat senyummu. Hingga tak kurasakan air mata itu mengalir dari mataku, memenuhi malam itu dengan isak keputusasaan  di antara kami , mulai kudengar dengan suara yang terengah – engah….” Kita tidak bisa bersama lagi,,aku tidak bisa pulang lagi,,,aku sekarang sendirian, tanpa arah,, mungkin aku akan hilang selamanya atau,,hikss,,atau tersesat disini bersama ragaku yang telah beku,,hiks…”hiks,,,”hiks”.

            Semua yang ada dalam kepalaku ku keluarkan , “Lifstin,, kamu ngomong apa,,, aku tidak ngerti,, aku tau mungkin selama ini aku tidak pernah buat kamu ada disini , tapi ketika kamu pergi , aku tau kamu segalanya”…aku tidak tau apa yang telah aku katakan, semua kesedian,kecewa,putus asa, mencetak draft memory hidupku,,, dia berhenti menangis dan mencoba tenang ,,,”Honey … kamu memang sgalanya buat aku, terima kasih ya,,,aku hilang, slesai waktuku menemanimu, aku pasti kangen ,,, ingat ini ya,,,”I love you” ”,,,”ttiiit”,,,, teleponya di tutup…, jiwaku seketika berantakan, mati rasa , sekitarku seakan kosong, berapa kalipun aku mencoba metelepon dia kembali,aku hanya mendengar mesin  operator mejawab,,,,

            Takut,,dingin,,,kesepian menjerat sepanjang malam itu, hingga tanpa kusadari aku sudah melewati kematian sesat yang sulit. Jam di kamar menunjukkan 4.46, segera kakiku terpanggil untuk sholat subuh,, tetap saja perasaan tentang dia semakin kuat, aku yang tidak tahan dengan semua siksaan ini,  langsung pagi – pagi jam 6.23, segera aku pergi kerumahnya. Tiba disana sepi, seperti di tinggal mati penghuninya, langsung aku bertemu dengan ibu’nya di depan pintu, pandangannya kosong tak punya arti, seakan menggambarkan kegelapan, tapi ya sudahlah,,, “ bu’,,Lifstin ada,,,???”, heran aku melihat saat air mata itu keluar lagi dari mata ibu’ Lifstin,, “dek,,Lifstin….hiks….Lifstin … meninggal 2 hari lalu …hiks,,,aa,,”maaf,, “ibuk masih berduka,, dia sudah di makamkan di kuburan umum desa sebelah…”

            Baru aku sadari jiwa yang tersesat itu punya arti ,,, dia pergi selamanya,,, tak kutunjukan ekspresi apapun karena kesakitan dalam jiwaku sendiri tak dapat di lukiskan sampai ragaku, segala hal buruk kurasakan saat itu, mengenang indah penyesalan ku, meiniggalkan luka yang dalam dari hatiku…..aku langsung menuju makamnya di desa sebelah,, aku duduk di sampingnya dan merasakan lelahnya.

            Aku harap kamu dengar ini, kamu rasakan, kamu lihat, kamu tahu, tentang aku,,, tentang kita,,, betapa kamu sungguh berarti dalam hidupku…, kenanganan ini…abadi di hati kita,,,, segala hal buruk dan menyenangkan tehimpun arti yang membuat kita semakin kuat,,,jika aku bisa,, ku ambi semua kesakitanmu, kupindahkan dalam diriku, demi kebahagianmu…semua selesai,,, kita sampai di tujuan…biarkan aku mengantarmu hingga akhir,, terima kasih…

            Sesekali aku kesini untuk melihat senyummu,,, you’re everything, our bond, until end of time ….I LOVE YOU TOO….

            presented this short story for “LIFSTIN WARDIANTIKA

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s