Singleton

It’s been a long day, kali ini aku akan bercerita sebuah ide lainnya tentang hidup. Tidak, aku tidak akan mencoba menjadi bijak, hanya sedikit berteori dengan pemikiranku yang dangkal ini. Well, banyak cerita fiksi dan teori tentang mesin waktu yang menunjukkan ada kemungkinan adanya muti-universe, dimana ada versi kita di dunia yang lain dengan garis waktu yang berbeda dengan dunia kita. Kalau kalian pernah nonton film The One yang diperankan oleh Jet Li dan Jason Statham, kira – kira seperti itulah multi-universe theory dimana ada dunia lain dengan cerita berbeda, artinya ada “diri kita” di dunia tersebut tapi dengan hidup yang berbeda, mungkin kita disini adalah seorang guru, sedangkan di dunia lain kita adalah CEO perusahaan multinasional dibidang teknologi dan di dunia lainnya lagi kita seorang pemulung, dan kemungkinan itu terus datang dengan jumlah dunia yang tidak terbatas.

Lanjutkan membaca “Singleton”

Dilema

“Aku harus bersenang – senang, mumpung masih muda, puas menjalani hidup sebelum tua disibukkan banyak hal”, kemudian sejenak berpikir dan terlintas, “Kalau aku senang – senang aja, nanti aku menyesal dikemudian hari, jadi sekarang bersakit – sakit dahulu, nanti pasti dapat hasilnya”, masih dalam renungan yang sama “Tapi tidak ada jaminan aku mendapat yang aku perjuangkan sekarang, jadi apa yang harus aku lakukan?”.

Seringkali kita dihadapkan dengan banyak hal yang membuat kita harus memilih. Kita tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan, kita hidup saat ini, detik ini dan berusaha untuk mengantisipasi segala hal buruk dengan memilih sesuatu yang baik menurut kita. Sebelumnya aku menulis tentang mengambil sebuah keputusan dimana kadang keputusan dipengaruhi oleh kesempatan yang datang. Bahkan ketika aku menulis sebuah artikel kadang aku ragu dan takut beropini sehingga memutuskan untuk tidak menulisnya. Kadang kita tidak bisa memilih karena alasan yang tidak jelas, atau ketika kita mendefinisikan penyebabnya malah menegaskan masing – masing pilihan punya masalahnya tersendiri.

Lanjutkan membaca “Dilema”

Perempuan itu

And I know it’s long gone, and there was nothing else I could do, and I forget about you long enough to forget why I needed to.. It was rare, I was there, I remember it all too well

– All Too Well by Taylor Swift

You know what, aku jarang membicarakan tentang seorang wanita bahkan dengan teman sekalipun. Bukan karena aku tidak tertarik dengan mereka atau aku malu mengakuinya, tapi aku memilih untuk tidak membicarakannya karena dia berbeda. I’d love to be admirer in secret, and today I tell you a story about the girl, girl who shake my heart and she always cross in my mind. She just an ordinary girl like other girls, sometime I think that she was a girl what I’m looking for, but still she is far away, not by distance but my silent.

Lanjutkan membaca “Perempuan itu”

Guru ideal, menurutku!

Aku bukan seorang guru, tapi aku punya pemikiran seperti apa seorang guru seharusnya. Sebelumnya aku bercerita di artikel jika aku punya mesin waktu, aku akan lebih rajin belajar waktu sekolah. Dulu aku tidak mengerti kenapa harus menghitung percepatan sebuah benda. Buat apa menghitung derajat pandangan kita dengan ujung pohon menggunakan trigonometri, atau menghitung kesukaran kereta mengerem menggunakan rumus momentum. Karena contoh implementasi yang menurutku gak terlihat berguna yang membuatku mungkin malas belajar. Kemudian aku mulai menyalahkan guru yang mengajar, iya aku menyalahkan mereka.

Lanjutkan membaca “Guru ideal, menurutku!”

Jika aku punya mesin waktu

Tidak, aku tidak membahas mesin waktu dalam perspektif fisika kuantum. Hanya berandai andai, apa yang ingin kalian lakukan jika punya mesin waktu?. Pergi ke masa depan kah untuk melihat seperti apa kalian kelak? kembali ke masa lalu?, atau lebih memilih tidak menggunakannya?. Aku lebih memilih kembali ke masa lalu, kenapa? karena aku ingin ketemu aku yang berumur 7 tahun kemudian menatap matanya dalam – dalam, memegang pipinya lembut….. plak.. jangan alay po’o kamu ya gusti….

Lanjutkan membaca “Jika aku punya mesin waktu”

Mengambil keputusan

“Jangan menyusahkan dirimu sendiri, ambil aja” begitu kata mereka. Memilih, iya dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Itu kenapa ada yang bilang bahwa hidup ini bercabang, kita yakin bahwa ada versi lain dari diri kita yang dulu mengambil keputusan yang tidak kita ambil saat ini. Jujur aku tipe orang yang tidak pandai mengambil keputusan, aku merasa setiap apa yang aku pilih malah menyusahkan diriku sendiri, apa yang aku ambil berakhir banyak penyesalan. Dulu aku berpikir bahwa hidup ini harus direncanakan, tidak ada namanya surprise. Ketika aku ingin A, aku berusaha dan bersiap untuk mendapat A jauh sebelumnya. Kadang rasanya aku iri pada orang lain yang sama sekali tidak merencanakan A tetapi justru mereka yang mendapatkan A, begitu juga untuk B, C, hingga Z.

Lanjutkan membaca “Mengambil keputusan”

ONE OK ROCK – Album Ambitions (Japanese version)

Tanggal 13 Januari 2017 kemarin ONE OK ROCK merilis album ke 8 mereka yang berjudul Ambitions. Album ini merupakan album international seperti album 35XXXV dan dirilis menjadi 2 versi yaitu English version dibawah label Fueled by Ramen dan Japanese version dibawah label A-Sketch. Album ini berisi beberapa lagu single yang sudah dirilis di akhir 2016 kemarin. Perbedaan antara versi English dan Japanese adalah tracklist albumnya sendiri, beberapa lagu yang disesuaikan menggunakan bahasa inggris. Kemudian lagu yang berjudul “20/20” dan “Always Coming Back” hanya tersedia di versi jepang sedangkan “Jaded” yang dinyanyikan bersama Alex Gaskarth dari All Time Low kemudian “Hard to Love” serta “American Girls” hanya tersedia di album versi English.

Lanjutkan membaca “ONE OK ROCK – Album Ambitions (Japanese version)”