Pengalaman Espresso Pait

Kalo dibilang aku suka kopi, iya aku cukup suka. Aku sebenernya mau cerita pengalamanku pertama kali nyobain salah satu kopi yaitu Espresso, sebenernya ndak pait, emang gitu rasanya dan aku gak tahu. Aku nyoba espresso di salah satu kafe di Jember sekitar 4 tahun yang lalu, udah lama banget ya tapi rasanya masih membekas, ceilah, sejak itu aku cari tahu jenis kopi, ya ndak semua jenis, hanya beberapa yang sering aku denger kayak apa bedanya mocha dan cappuccino, dulu aku ndak tahu, nah kalo kalian pengen tahu ada beberapa website dan blog yang bahas lengkap tapi aku akan ngasih sedikit ulasannya juga disini, nanti aku lanjut cerita espresso pertamaku. Sebenernya ini hanya nama dari cara penyajiannya saja, kombinasi kopi, susu, krim, dan coklat, perhatikan gambar dibawah ini:

ngopicoffee-perbedaan-espresso-latte-cappuccino
Perbandingan jenis kopi – source : ngopicoffe.com

Tuh kan cuma masalah perbandingan aja. Nah kita bahas yang umum aja, yaitu espresso, latte, cappuchino, mocha, dan machhiato.

Cappuccino

Cappuccino adalah minuman Italia yang terkenal dengan lapisan atasnya yang berupa froth susu, yang biasanya di-garnish dengan bubuk coklat. Namun, yang membuat minuman ini menjadi khas bukan sekadar froth susu saja. Kita bisa merasakan foam yang agak tegas ketika pertama teguk, lalu diikuti kopi dengan rasa milky yang kuat setelahnya. Plus, cappucino biasanya tidak memakai art karena atasnya hanya milk foam. Cappuccino bisa dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • 1/3 espresso
  • 1/3 steamed milk
  • 1/3 milk froth

Latte

Latte seringkali dianggap sebagai kopi yang cenderung milky. Kunci paling mendasar dalam membuat latte adalah pada proses steaming susunya. Umumnya, proses steaming susu ini berfungsi untuk dua hal, yaitu memanaskan susu sampai mencapai temperature tertentu sesuai dengan yang diinginkan untuk menghasilkan micro foam. Dengan kata lain, foam dalam latte biasanya cenderung halus dan tidak tebal. Lihat lagi di gambar, milk di tengah lebih banyak dari cappuccino. Kalian juga sering menemui kopi ini dengan art di atasnya. Komposisi latte bisa diuraikan sebagai berikut:

  • Double shot espresso (sekitar 60 ml).
  • Susu yang di-steam, biasanya hampir secangkir penuh.
  • Micro foam kira-kira hanya setebal 1 cm di lapisan atasnya.

Moccacino

Moccacino agak berbeda dari 2 jenis penyajian sebelumnya. Berbeda dengan cappucino, campuran moccacino adalah kopi, susu, dan dicampurkan cokelat. Cokelat yang ditambahkan bervariatif, dapat dicampur dengan cokelat sirup ataupun cokelat bubuk. Cokelatnya pun dapat cokelat hitam ataupun cokelat putih. Dari gambar diatas bisa dilihat komposisinya:

  • Double shot espresso (sekitar 60 ml).
  • 2/3 sisanya adalah kombinasi imbang antara krim, susu dan coklat.

Macchiato

Kopi ini dibuat dengan mencampurkan espresso dengan susu saja. Ada dua jenis macchiato yang biasanya disajikan, yaitu espresso macchiato dan latte macchiato.
Espresso macchiato dibuat dengan menambahkan sedikit susu ke dalam segelas espresso. Sedangkan latte macchiato adalah espresso yang ditambahkan ke dalam segelas susu. Perbandingan komposisi machiato sebagai berikut:

  • 1/4 Milk foam
  • 3/4 espresso

Pengalaman Minum Espresso

Nah dari sini tau kan kalo espresso sendiri adalah dasar dari semua jenis yang biasa sering kita temui di cafe, atau coffee shop. Ukurannya juga segitu, misal double shot (60ml) ndak dicampur apa – apa lagi makannya gelasnya kecil. Nah waktu itu aku belum tahu, langsung aja pesen, pas dateng pikirku “kok dikit..”, dikasih gula bungkusan kecil 2 udah keliatan pekat dan kental banget, “pasti pahit nih”, yawes tak pake keduanya, ternyata pas tak cobak tetep pahit, gini ni ternyata espresso, gak enak banget. Setelah searching di internet ternyata memang kalo espresso aja ya pekat banget dan hanya penikmat kopi tertentu aja yang suka espresso. Aku yakin dari banyak cewek – cewek yang suka nongkrong di kafe yang suka pesen latte dengan Art lucu – lucu ndak ada yang suka atau bahkan ndak tahu espresso murni tanpa milk, foam, coklat. Sebenernya bukan ndak enak, tapi aku memang yang ndak suka. Akhirnya aku pesen ice cream buat ngilangin rasa anehnya. Sekarang yang sering tak minum ya antara Cappuccino atau Latte.

References:
Otten Coffe
Ngopi Cofe
Crispy chip

I like coffee because it gives me the illusion that I might be awake.
– Lewis Black

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s