The circle

I updated my following list yesterday, and I will do frequently and often. People changing toward trends and situation in their life, good things and enviable moment is the most reason to make it to the social media. People should know their existence, affirm their happiness, show what they are capable of doing. I admit that we can’t help our self to post it and make it online, but as a follower now I’m feeling disturbed by their status and photos, so I block them all, hmm in right way, I stop following them, keep my Feed healthy again.

Lanjutkan membaca “The circle”

Iklan

Masyarakat di social media

Siapa hari ini yang tidak punya akun Twitter, Facebook, Path, Instagram dan lain sebagainya. Aku punya topik baru di Blog ku, ya tentang social media, tentu saja dengan topik critical awareness dan self education. Aku akan membahas pola perilaku masyarakat di social media untuk kedepannya. Sekarang aku akan membahas secara general.

Sebelumnya seperti biasa mukadimah tentang hal – hal teknis. Social media saat ini menjadi seperti dunia kedua seseorang. Menurut data statistik Statista tahun 2016 ini masyarakat dunia menghabiskan setidaknya hingga 118 menit  per hari atau sekitar 2 jam menggunakan social media. Istilah social media sendiri mungkin tidak terbentuk secara langsung, mengingat website seperti forum, milis dan sejenisnya telah ada ketika internet mulai populer. Tapi ketika internet menjadi hal biasa dan banyak hal menarik di dalamnya kemudian paradigma baru muncul.

Lanjutkan membaca “Masyarakat di social media”

Katanya “Bahagia itu sederhana”

Seringkali aku tahu tulisan di social media tentang “bahagia itu sederhana…” diikuti dengan beberapa aktivitas yang mungkin memang sederhana, seperti “Bahagia itu sederhana, ngobrol dengan teman sampil ngopi”, atau “Bahagia itu sederhana, ketika membaca smsmu setelah pulang kerja”, dan lain sebagainya.

Pernah suatu hari aku membantah hal ini dengan menulis status di Twitter tentang bahagia itu gak sederhana, kalau bahagia itu sederhana, di dunia atau di Indonesia ini index kebahagiaan tidak bernilai rata – rata. Jadi apakah bahagia yang mereka maksud tentang ukuran pribadi? Iya, aku tahu bahagia bukan tentang tujuan yang besar, namun tetap harus ada indikator yang bisa menjawab kenapa dan apa yang bisa membuat mereka mengeluarkan statement seperti itu. Lanjutkan membaca “Katanya “Bahagia itu sederhana””