Nobody’s home

Sometimes “home” more like just a place to rest my head at night to me. I mean, there is no peace or happiness inside. Moreover it cold and feel dead. Broken home is not just for kid with incomplete family that caused by divorce of their parent. Sometimes normal family also live like hell, anger and disagreement around, day by day until they are broken and everything looks sorrow.

Lanjutkan membaca “Nobody’s home”

Perempuan itu

And I know it’s long gone, and there was nothing else I could do, and I forget about you long enough to forget why I needed to.. It was rare, I was there, I remember it all too well

– All Too Well by Taylor Swift

You know what, aku jarang membicarakan tentang seorang wanita bahkan dengan teman sekalipun. Bukan karena aku tidak tertarik dengan mereka atau aku malu mengakuinya, tapi aku memilih untuk tidak membicarakannya karena dia berbeda. I’d love to be admirer in secret, and today I tell you a story about the girl, girl who shake my heart and she always cross in my mind. She just an ordinary girl like other girls, sometime I think that she was a girl what I’m looking for, but still she is far away, not by distance but my silent.

Lanjutkan membaca “Perempuan itu”

Unconditional love

Kali ini aku membahas tentang relationship, agak berbeda dari biasanya, okelah sesekali. Menurut kalian apa definisi sebuah hubungan? bagaimana atau kenapa kalian mengikat hubungan dengan lawan jenis dalam bentuk pacaran atau pernikahan? Menurutku hubungan itu seperti sebuah kontrak dimana kedua belah pihak terikat satu sama lain dengan kendali yang bisa membuat mereka saling patuh. Kok terdengar ruwet ya? hmm jadi pada banyak kasus, sebelum menjalin sebuah hubungan pasti kalian saling kenal, paling tidak tahu lah, kemudian saling observasi, berikutnya kalian menawarkan diri, “ini loh aku, fisikku, sifatku, karakterku, dan semua hal yang aku punya (mobil, cinta, gombalan, dll) dan itu kamu, fisikmu, sifatmu, karaktermu dan semua hal yang kamu punya (make up, sayang, mini-skirt, dll)” ketika kalian tahu dari tawaran itu saling menguntungkan maka kontrak terjadi. Seperti jualan dan perjanjian ikatan kerja, selayaknya kontrak maka memiliki aturan dan syarat, nah jika ada aturan yang dilanggar maka mendapat hukuman (tamparan, sms gak dibales, putus, cerai, bunuh). Sekali lagi aku cuma beropini, bukan memberi definisi untuk kalian. Lanjutkan membaca “Unconditional love”

JIWA YANG TERSESAT

          Terjerat heningnya malam, kaku oleh sepi, mematikan rasa, terbutakan kelima indraku ketika hanya terdiam sendiri di sudut kamar berharap dia membalas pesan di teleponku “LIFSTIN” seseorang yang entah mengapa mengalihkan perhatianku sejak aku mengenalnya beberapa tahun lalu hingga terakhir aku mengatakan “Aku sayang kamu”, perasaan ini tak berubah sedikitpun, tatkala di akhir aku duduk di bangku sekolah SMK banyak terjal dan karang jadi seni di hidupku, termasuk dia.

            Kring….suara nyanyian band “Laruku” dari hpku berteriak, aku angkat karena aku tahu Lifstin memanggilku lewat media ini, “assalamu’alikum, kenapa sech sms-ku tidak pernah di bales???”, dia hanya terdiam sesaat, aku merasakan kesedihan, jeritan hasrat yang lelah mengikuti awal suaranya, “maav aku kayaknya tidak bisa sama kamu…”, sayatan  itu langsung menghujam jiwaku, kata – kata yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, terpikir semua pertanyaan untuk aku tahu kenapa ….,”kamu bosen ya sama aku?”, dia tidak menjawab tapi aku tahu air kesedihan itu mewarnai indah bening cantik wajahnya. Hatiku semakin sakit mendengarnya terbayang semua cerminan iblis dari dalam diriku.

Aku bukanlah oraang sempurna, dan aku tidak pernah mengejar mimpi itu, ketika ia memberikan hujan kasih sayangnya, menghias seni cinta kita, melukis pelangi kasih semangat untukku, aku hanya terdiam buta atas semua keindahaan hadirmu disisiku, hingga aku merasa kehilangan, penyesalan itu tertinggal berkas. Tak kuat aku mengejar waktu, meraihnya memutar masa, hanya untuk melihat senyummu. Hingga tak kurasakan air mata itu mengalir dari mataku, memenuhi malam itu dengan isak keputusasaan  di antara kami , mulai kudengar dengan suara yang terengah – engah….” Kita tidak bisa bersama lagi,,aku tidak bisa pulang lagi,,,aku sekarang sendirian, tanpa arah,, mungkin aku akan hilang selamanya atau,,hikss,,atau tersesat disini bersama ragaku yang telah beku,,hiks…”hiks,,,”hiks”.

            Semua yang ada dalam kepalaku ku keluarkan , “Lifstin,, kamu ngomong apa,,, aku tidak ngerti,, aku tau mungkin selama ini aku tidak pernah buat kamu ada disini , tapi ketika kamu pergi , aku tau kamu segalanya”…aku tidak tau apa yang telah aku katakan, semua kesedian,kecewa,putus asa, mencetak draft memory hidupku,,, dia berhenti menangis dan mencoba tenang ,,,”Honey … kamu memang sgalanya buat aku, terima kasih ya,,,aku hilang, slesai waktuku menemanimu, aku pasti kangen ,,, ingat ini ya,,,”I love you” ”,,,”ttiiit”,,,, teleponya di tutup…, jiwaku seketika berantakan, mati rasa , sekitarku seakan kosong, berapa kalipun aku mencoba metelepon dia kembali,aku hanya mendengar mesin  operator mejawab,,,,

            Takut,,dingin,,,kesepian menjerat sepanjang malam itu, hingga tanpa kusadari aku sudah melewati kematian sesat yang sulit. Jam di kamar menunjukkan 4.46, segera kakiku terpanggil untuk sholat subuh,, tetap saja perasaan tentang dia semakin kuat, aku yang tidak tahan dengan semua siksaan ini,  langsung pagi – pagi jam 6.23, segera aku pergi kerumahnya. Tiba disana sepi, seperti di tinggal mati penghuninya, langsung aku bertemu dengan ibu’nya di depan pintu, pandangannya kosong tak punya arti, seakan menggambarkan kegelapan, tapi ya sudahlah,,, “ bu’,,Lifstin ada,,,???”, heran aku melihat saat air mata itu keluar lagi dari mata ibu’ Lifstin,, “dek,,Lifstin….hiks….Lifstin … meninggal 2 hari lalu …hiks,,,aa,,”maaf,, “ibuk masih berduka,, dia sudah di makamkan di kuburan umum desa sebelah…”

            Baru aku sadari jiwa yang tersesat itu punya arti ,,, dia pergi selamanya,,, tak kutunjukan ekspresi apapun karena kesakitan dalam jiwaku sendiri tak dapat di lukiskan sampai ragaku, segala hal buruk kurasakan saat itu, mengenang indah penyesalan ku, meiniggalkan luka yang dalam dari hatiku…..aku langsung menuju makamnya di desa sebelah,, aku duduk di sampingnya dan merasakan lelahnya.

            Aku harap kamu dengar ini, kamu rasakan, kamu lihat, kamu tahu, tentang aku,,, tentang kita,,, betapa kamu sungguh berarti dalam hidupku…, kenanganan ini…abadi di hati kita,,,, segala hal buruk dan menyenangkan tehimpun arti yang membuat kita semakin kuat,,,jika aku bisa,, ku ambi semua kesakitanmu, kupindahkan dalam diriku, demi kebahagianmu…semua selesai,,, kita sampai di tujuan…biarkan aku mengantarmu hingga akhir,, terima kasih…

            Sesekali aku kesini untuk melihat senyummu,,, you’re everything, our bond, until end of time ….I LOVE YOU TOO….

            presented this short story for “LIFSTIN WARDIANTIKA