Singleton

It’s been a long day, kali ini aku akan bercerita sebuah ide lainnya tentang hidup. Tidak, aku tidak akan mencoba menjadi bijak, hanya sedikit berteori dengan pemikiranku yang dangkal ini. Well, banyak cerita fiksi dan teori tentang mesin waktu yang menunjukkan ada kemungkinan adanya muti-universe, dimana ada versi kita di dunia yang lain dengan garis waktu yang berbeda dengan dunia kita. Kalau kalian pernah nonton film The One yang diperankan oleh Jet Li dan Jason Statham, kira – kira seperti itulah multi-universe theory dimana ada dunia lain dengan cerita berbeda, artinya ada “diri kita” di dunia tersebut tapi dengan hidup yang berbeda, mungkin kita disini adalah seorang guru, sedangkan di dunia lain kita adalah CEO perusahaan multinasional dibidang teknologi dan di dunia lainnya lagi kita seorang pemulung, dan kemungkinan itu terus datang dengan jumlah dunia yang tidak terbatas.

Tapi aku punya teori sendiri tentang dunia yang unik untuk setiap orang, sebut saja singleton-individual universe. Kemudian aku berandai – andai bagaimana jika dunia kita tetap parallel seperti teori multi-universe tapi diri kita tetap tunggal? wait angga, did you mean that there are a lot of human life, let’s say 7 billion world with 7 billion people then manusia berjumlah quadrillion billion. Wait, aku belum selesai, bagaimana jika orang – orang selain kita sebagai manusia tunggal tersebut hanya boneka, mereka tidak real. Anggap saja aku real human, dunia ini adalah duniaku, artinya selain aku semua orang di dunia ini adalah manusia palsu. Kalaupun tidak, sebenarnya kalian hanya sebuah refleksi, sedangkan kalian punya dunia sendiri disuatu tempat, di dunia kalianpun hanya kalian seorang yang asli, lainnya adalah fake.

Kalaupun ada aku di dunia kalian, aku yang disana hanyalah boneka, fake, dan aku yang asli ada di duniaku sendiri makannya aku sebut Dunia Singleton (singleton-individual universe). Terus, kenapa sisanya hanya boneka? karena sebagian dari mereka ada di dunia ini (atau dunia kalian) hanya untuk engage dengan hidup kita dengan tujuan menguji kita, berinteraksi, membenci, mencintai dan mengamati. Wait, darimana datangnya semua ide gila ini? Iya jangan anggap terlalu serius artikel ini, aku tidak bermaksud membuat kebohongan atau konspirasi, lagipula banyak celah tentang tulisan ini, aku juga tidak menjelaskan detail tentang banyak hal.

Pertanyaan ini muncul ketika aku penasaran kenapa setiap manusia merasa dirinya paling sial, kenapa setiap dari kita merasa selalu dijahati, aku yakin setiap orang merasa bertemu dengan orang yang ngeselin, orang – orang yang menekan kita. Pertanyaan sesungguhnya adalah siapa orang – orang jahat itu, apakah mereka real manusia? maksudku kalau semua merasa bertemu orang yang merusak hidupnya bukannya kita sebenarnya saling menjahati satu sama lain? tapi kalau tidak seperti itu, teoriku jadi sedikit masuk akal bukan? bagaimana jika setiap orang ditempatkan di dunia masing – masing dan mereka dipertemukan dengan fake human yang menguji mereka.

Dunia ini bekerja dengan sistem yang aneh menurutku, begitu kompleks hingga membentuk cerita yang saling berhubungan. Sedikit perubahan kecil seharusnya bisa menghancurkan segala cerita (butterfly effect), tapi tidak, dunia ini masih berjalan dengan pasti dan setiap orang mendapatkan pengalaman hidup yang lengkap, somehow kita bertemu orang – orang jahat ini, apakah orang jahat itu kita sendiri?, ataukah ada seseorang yang melakukan kejahatan untuk banyak orang?. Well, think about it, kalau setiap orang pernah benci dengan seseorang, artinya pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah kita sendiri, si A penjahat untuk si B, si C penjahat untuk si A, si B mungkin penjahat untuk si C, kita tahu si A, B, C merasa dijahati seseorang tapi jika ada orang ke empat katakanlah si D, maka si D tahu pada dasarnya A, B, C play as pelaku dan korban.

Gresik, happy monday day-off
May 2017 @anggadarkprince.wordpress.com

References
Cover Image Jessi Casarra’s Blog

Satu pemikiran pada “Singleton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s