Singleton

It’s been a long day, kali ini aku akan bercerita sebuah ide lainnya tentang hidup. Tidak, aku tidak akan mencoba menjadi bijak, hanya sedikit berteori dengan pemikiranku yang dangkal ini. Well, banyak cerita fiksi dan teori tentang mesin waktu yang menunjukkan ada kemungkinan adanya muti-universe, dimana ada versi kita di dunia yang lain dengan garis waktu yang berbeda dengan dunia kita. Kalau kalian pernah nonton film The One yang diperankan oleh Jet Li dan Jason Statham, kira – kira seperti itulah multi-universe theory dimana ada dunia lain dengan cerita berbeda, artinya ada “diri kita” di dunia tersebut tapi dengan hidup yang berbeda, mungkin kita disini adalah seorang guru, sedangkan di dunia lain kita adalah CEO perusahaan multinasional dibidang teknologi dan di dunia lainnya lagi kita seorang pemulung, dan kemungkinan itu terus datang dengan jumlah dunia yang tidak terbatas.

Lanjutkan membaca “Singleton”

Jika aku punya mesin waktu

Tidak, aku tidak membahas mesin waktu dalam perspektif fisika kuantum. Hanya berandai andai, apa yang ingin kalian lakukan jika punya mesin waktu?. Pergi ke masa depan kah untuk melihat seperti apa kalian kelak? kembali ke masa lalu?, atau lebih memilih tidak menggunakannya?. Aku lebih memilih kembali ke masa lalu, kenapa? karena aku ingin ketemu aku yang berumur 7 tahun kemudian menatap matanya dalam – dalam, memegang pipinya lembut….. plak.. jangan alay po’o kamu ya gusti….

Lanjutkan membaca “Jika aku punya mesin waktu”

Mengambil keputusan

“Jangan menyusahkan dirimu sendiri, ambil aja” begitu kata mereka. Memilih, iya dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Itu kenapa ada yang bilang bahwa hidup ini bercabang, kita yakin bahwa ada versi lain dari diri kita yang dulu mengambil keputusan yang tidak kita ambil saat ini. Jujur aku tipe orang yang tidak pandai mengambil keputusan, aku merasa setiap apa yang aku pilih malah menyusahkan diriku sendiri, apa yang aku ambil berakhir banyak penyesalan. Dulu aku berpikir bahwa hidup ini harus direncanakan, tidak ada namanya surprise. Ketika aku ingin A, aku berusaha dan bersiap untuk mendapat A jauh sebelumnya. Kadang rasanya aku iri pada orang lain yang sama sekali tidak merencanakan A tetapi justru mereka yang mendapatkan A, begitu juga untuk B, C, hingga Z.

Lanjutkan membaca “Mengambil keputusan”

Istirahat dan Produktivitas

Sering dengar orang bilang “The power of kepepet”? menurutku istilah ini bukan sebuah pembenaran atau memang ada kekuatan yang muncul dengan sendirinya dalam waktu singkat terutama dalam mengerjakan tugas atau sebuah pekerjaan, karena aku penganut konsep non berhala bahwa “Sesuatu hal itu selalu butuh persiapan dan waktu” jadi aku kurang setuju dengan istilah itu.

Berbeda ketika sesorang dalam bahaya kemudian melakukan hal nekat yang mungkin gak terpikir dalam kondisi normal sehingga orang tersebut melakukan sesuatu yang “ajaib”. Orang yang menggunakan istilah “The power of kepepet” biasanya akan berpikir praktis, karena ketika orang dalam keadaan tertekan atau stress biasanya cara berpikir mereka cenderung menyempit, yah ini tergantung mental seseorang juga sih. Nah karena itu ada beberapa konsep atau teori yang mengajarkan kita tentang manajemen stress dan waktu untuk menjaga pikiran kita tetap “waras” dan “terkontrol”. Lanjutkan membaca “Istirahat dan Produktivitas”

Membenci waktu

Tik…tik…tik.. aku benci dengan waktu, ia tak pernah menungguku, tak pernah menunggu siapapun, tik..tik..tik.. aku benci ketika melihat waktu, ia membuatku terburu – buru dan panik, tik…tik…tik aku benci ketika mengikuti waktu, ia mengingatkanku kepada semua tanggung jawab yang belum terselesaikan, tik…tik…tik… aku benci ketika bergantung pada waktu, ia mendekatkanku kepada akhir hayatku. “Time waits for no one” kalimat yang aku temukan di sebuah movie science fiction romance yang berjudul The Girl Who Leapt Through Time, iya benar waktu tidak menunggu siapapun, ia tidak peduli kalian seorang presiden, polisi, dokter, profesor, orang biasa, anak – anak, ia akan terus berjalan dan berlari tanpa pernah berhenti.
Lanjutkan membaca “Membenci waktu”