Mengambil keputusan

“Jangan menyusahkan dirimu sendiri, ambil aja” begitu kata mereka. Memilih, iya dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Itu kenapa ada yang bilang bahwa hidup ini bercabang, kita yakin bahwa ada versi lain dari diri kita yang dulu mengambil keputusan yang tidak kita ambil saat ini. Jujur aku tipe orang yang tidak pandai mengambil keputusan, aku merasa setiap apa yang aku pilih malah menyusahkan diriku sendiri, apa yang aku ambil berakhir banyak penyesalan. Dulu aku berpikir bahwa hidup ini harus direncanakan, tidak ada namanya surprise. Ketika aku ingin A, aku berusaha dan bersiap untuk mendapat A jauh sebelumnya. Kadang rasanya aku iri pada orang lain yang sama sekali tidak merencanakan A tetapi justru mereka yang mendapatkan A, begitu juga untuk B, C, hingga Z.

Lanjutkan membaca “Mengambil keputusan”

Being Assertive

Tidak semua orang mampu tegas, iya pernah seorang teman dalam sela – sela percakapan sore mengungkapkan semua uneg – unegnya tentang pekerjaannya. Kerja yang overtime, underpaid, tuntutan atasan yang keras, kerjaan yang menumpuk, rasanya gak tahan atas semua yang dilakukan di kantor tersebut, tapi anehnya dia tetap bertahan dengan semua itu, seakan tidak punya pilihan walaupun sebenarnya selalu ada pilihan. Kenapa kalau tidak suka tetap dilakuin, kenapa tidak pindah kerja saja ke tempat yang menurut dia nyaman dan lebih baik.

Sedikit pembuka cerita diatas kadang beberapa dari kita pernah merasa seperti itu, iya mungkin termasuk aku, dimana banyak orang lain yang berani pergi dan berkata tidak, mendapatkan jalan hidup yang jelas dan bahagia. “Tidak suka ya tidak dilakuin…” itu kata mereka, namun sekali lagi tidak semua orang mampu tegas. Ketika aku tanya alasan seorang teman kenapa masih bertahan disana, banyak alasan mulai dari belum ada pekerjaan pengganti, masih bergantung incentive atau bonus yang mungkin akan dia dapatkan jika ia mampu bertahan, atau merasa tidak enak terhadap rekan dan tempat kerja disana. Lanjutkan membaca “Being Assertive”