When will you marry?

September at this now! marriages everywhere, I know here, in Indonesia especially Javanese culture wedding day is settled by unique of calculation, some range of dates they called “Jumadil akhir, Rajab, Ruwah” and “Besar” as it is now. But today I gonna talk about my plan how to get there. Damn, at my age people keep talking, ask again and again, “When will you marry?”, it’s not bored question but I have no specific answer for that. For the time being I want to settle down at 28, the problem is, right now I don’t have any candidate who is to be my wife.

Lanjutkan membaca “When will you marry?”

Iklan

Nobody’s home

Sometimes “home” more like just a place to rest my head at night to me. I mean, there is no peace or happiness inside. Moreover it cold and feel dead. Broken home is not just for kid with incomplete family that caused by divorce of their parent. Sometimes normal family also live like hell, anger and disagreement around, day by day until they are broken and everything looks sorrow.

Lanjutkan membaca “Nobody’s home”

Keluarga model lama

Aku punya topik baru di blogku, “keluarga”, yah… Aku akan sedikit terbuka tentang kehidupan pribadiku. Keluargaku merupakan keluarga yang konservatif, kaku, kolot, atau apapun istilah yang relevan dengan itu. Keluargaku seperti kebanyakan keluarga lainnya, kami bukan keluarga modern seperti yang ada di dalam sinetron atau keluarga muda yang terbentuk 20 tahun yang lalu, tapi kami survive hampir 40 tahun yang lalu.

Lanjutkan membaca “Keluarga model lama”

Payung warna – warni

Menyeruak angin berhembus, ditengah terik aku buka payung ditangan, berharap sebuah perubahan dan beban yang berkurang. Aku tahu di sudut yang tepat ia menghalangi dorongan yang menahanku, di sudut yang lain ia menarik, menyeretku mengikuti laju tak menentu. Mereka bilang ini alat, tapi aku kira kita tim, mereka bilang itu pelindung tapi menurutku kita saling mendukung.

Lanjutkan membaca “Payung warna – warni”

When your parents are getting old

Suatu malam sepintas baca tulisan pada sebuah gambar yang kurang lebih isinya “Love your parents, we’re so busy growing up, we often forget that they are also getting old”. Sebagai anak ragil atau terakhir ada hal yang terasa cepat berlalu untuk orang tua kita. Iya, kita terlahir ketika mereka sudah mulai rapuh dan menua. Aku gak tahu apa ini juga salah – satu alasan yang katanya orang kalau anak terakhir itu yang paling disayang karena mereka harapan terakhir untuk menemani masa tua mereka. Tapi akhir – akhir ini kekhawatiran tentang mereka semakin sering muncul. Lanjutkan membaca “When your parents are getting old”

Unconditional love

Kali ini aku membahas tentang relationship, agak berbeda dari biasanya, okelah sesekali. Menurut kalian apa definisi sebuah hubungan? bagaimana atau kenapa kalian mengikat hubungan dengan lawan jenis dalam bentuk pacaran atau pernikahan? Menurutku hubungan itu seperti sebuah kontrak dimana kedua belah pihak terikat satu sama lain dengan kendali yang bisa membuat mereka saling patuh. Kok terdengar ruwet ya? hmm jadi pada banyak kasus, sebelum menjalin sebuah hubungan pasti kalian saling kenal, paling tidak tahu lah, kemudian saling observasi, berikutnya kalian menawarkan diri, “ini loh aku, fisikku, sifatku, karakterku, dan semua hal yang aku punya (mobil, cinta, gombalan, dll) dan itu kamu, fisikmu, sifatmu, karaktermu dan semua hal yang kamu punya (make up, sayang, mini-skirt, dll)” ketika kalian tahu dari tawaran itu saling menguntungkan maka kontrak terjadi. Seperti jualan dan perjanjian ikatan kerja, selayaknya kontrak maka memiliki aturan dan syarat, nah jika ada aturan yang dilanggar maka mendapat hukuman (tamparan, sms gak dibales, putus, cerai, bunuh). Sekali lagi aku cuma beropini, bukan memberi definisi untuk kalian. Lanjutkan membaca “Unconditional love”