Kebudayan dan Peradaban

Kebudayaan -> manusia -> Cipta, rasa, karsa

Menusia menciptakan budaya -> dinamis

  1. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat dalam mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat yang mengandung nilai ,norma dan ilmu pengetahuan serta keseluruhanstruktur – struktur sosial.
  2. Peradaban punya berbagai arti yang berkaitan dengan kehidupan manusia dalam suatu masyarakat. Mengapa dikatakan bahwa peradaban itu memiliki arti yang luas. Peradaban itu membawa kepada manusia kepada pencapaiansesuatu yang tidak berakhir

. Dengan adanya kebudayaan salah satu alat untuk mengetahui keberadaan manusia. Tak ada budaya berkembang tanpa manusia karena yang mencipatakan budaya adalah manusia. Manusia ingin adanya  perubahan secara continue karenanya manusia di sebut “Agent of Change”. Dari sini dapat dikatakan sebagai kebudayaan yang dinamis.

Peradaban bisa dilihat dari tingkah laku sifat dan perilaku. Kebudayaan sangat erat dalam mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu sendiri yang mengandung nilai-nilai norma dan ilmu pengetahuaan serta keseluruhan struktur-struktur sosial.

Peradaban memiliki berbagai arti yang berkaitan dengan kehidupan manusia dalam suatu masyarakat. Mengapa dikatakan peradaban memiliki arti yang luas? Karena peradaban itu membawa manusia kepada pencapaian sesuatu yang tak pernah berakhir.

Manusia dalam Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibanding makhluk ciptaan Allah yang lain. Definisi Manusia:

  1. Manusia adalah makhluk utama
  2. Manusia adalah kemauan bebas
  3. Manusia adalah makhluk yang sadar
  4. Manusia adalah makhluk yang sadar diri
  5. Manusia adalah makhluk kreatif
  6. Manusia adalah makhluk moral
  7. Manusia adalah makhluk idealis
  8. Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami

Pada hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk yang tedapat banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut hanya terdapat pada satu jiwa. Keragaman-keragaman manusia sebagai makhluk monopluralis tersebut diantaranya:

  1. Susunan kodrat
  2. Sifat kodrat
  3. Kedudukan kodrat

Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik darat, laut, dan udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa mempunyai manusia.

Hakikat Kebudayaan tedapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini, yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme.

Manusia sebagai makhluk individu  :   memiliki unsur jasmani dan rohani, fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.

Manusia sebagai makhluk sosial   :     menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga di berikan akal dan pikiran yang berkemabang serta dapat dikembangkan.

Pengertian Budaya   segala bentuk daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

MITOS

Mitos adalah keyakinan yang salah yang secara luas dijadikan pegangan. Mitos telah merambah ke berbagai bidang kehidupan manusia. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat.

Masyarakat Jawa memiliki ikatan yang erat dengan alam. Itu juga sebabnya mereka sangat memperhatikan kejadian – kejadian alam sekitar sebagai pertanda bagi kejadian-kejadian lain. Sebenarnya hal itu bermula dari ilmu “titen”, yaitu ilmu mendeteksi suatu kejadian yang konstan, terjadi terus-menerus dan berkaitan dengan kejadian lain yang juga konstan berlangsung dalam kondisi yang sama atau serupa.

Generasi akhir yang tidak memahami filosofi ilmu titen, menganggap mitos sebagai kejadian magis dan diyakini sepenuhnya, ada juga yang mengaitkan dengan faham keagamaan tertentu dan dihukumi musyrik.

Kita harus menelaah lebih jauh eksistensi mitos itu sendiri. Keberadaan mitos di zaman yang serba digital dan modern ini dapat dipandang sebelah mata. Kita tidak bisa mempercayai mitos dengan kepercayaan yang berlebihan sedangkan mitos umumnya sulit untuk dinalar oleh akal manusia. Walaupun mitos itu sendiri terkadang secara kebetulan benar-benar terjadi karena keyakinan masyarakat yang sangat kuat terhadap mitos itu sendiri.  Namun bukan berarti kita harus mempercayai kebenaran mitos itu sendiri yang terkadang bisa membuat kita merasa terbebani untuk melakukan apapun dan bukan berarti kita juga terus berpatok pada mitos itu.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmu-ilmu sosial. Secara umum, kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh.

Dalam ilmu-ilmu sosial istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan antara individu, masyarakat, dan kebudayaan.

Komponen utama kebudayaan :

  • Individu
  • Masyarakat
  • alam

Fungsi kebudayaan

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam, maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya.

Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam, mengatur hubungan antar manusia, dan sebagai wadah dari segenap perasaan manusia. Kebudayaan akan mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan, menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik, manusiawi, dan berperi-kemanusiaan.

PERAN IPTEK BAGI MORAL MANUSIA

Ilmu pengetahuan dan Teknologi adalah institusi manusiawi; artinya Ilmu pengetahuan dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia dengan cipta, rasa, dan karsa. Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada.  Namun ada perbedaan mendasar antara kedua hal  tersebut. Perbedaannya terletak pada sumbernya.

“Sains sebagai “body of knowledge” yang kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber alami melalui berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena tersebut direpresentasikan kedalam berbagai model yang membentuk suatu paradigma.

 

Perkembangan IPTEK Dalam Moral Manusia

Moral lebih banyak bersifat praktis. Dilihat dari fungsi dan peranannya, dapat dikatakan bahwa moral itu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk di tentukan baik buruknya.

Teknologi sebenarnya hanya sebagai alat. Faktor yang terpenting adalah manusia itu sendiri. Jangan sampai manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh teknologi tetapi kita harus bisa mengalahkan teknologi, karena teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melakukan aktifitasnya.

Dampak IPTEK Bagi Moral Manusia

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu atau mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha atau kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghancurkan moral atau akhlak manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan ”hasrat” sesaat. Hasrat sesaat yang penulis maksud disini ialah menyalurkan kepentingan-kepentingan yang dapat atau bisa merusak atau merugikan diri sendiri dan orang lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Tidak terasa zaman telah berganti dan sekarang manusia berada pada jaman era globalisasi, pusat-pusat informatika begitu mudah didapat, persaingan begitu ketat baik dibidang usaha atau pekerjaan maupun dibidang pendidikan. Proses globalisasi di satu sisi membuka peluang besar untuk perkembangan manusia, disisi lain membuka ketakutan-ketakutan dan ketidaksiapan manusia untuk menunjukkan skill yang dimiliki, sehingga manusia yang tidak siap menghadapi datangnya globalisasi menyatakan bahwa globalisasi sebagai sistem yang tidak manusiawi.

 

Mengatasi dampak Negatif Perkembangan IPTEK

Era informasi dan globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah memberikan dampak pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Perubahan masyarakat akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut membawa dampak yang besar pada budaya, nilai, dan agama.

Ada beberapa tawaran konsep kurikulum yang dipersiapkan untuk membekali anak didik agar berkualitas dan profesional dalam menghadapi tantangan zaman. Pertama harus menonjolkan tujuan agama dan ahklaqul karimah, dalam materi atau pelaksanaannya, karena sering sekali dari penerapan materi pelajaran, tidak dikaitkan dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat sehingga yang ada hanyalah pemenuhan pemahaman yang bersifat pengetahuan saja.

Kedua, kandungan materi peniikan yang mencakup aspek jasmani, intelektual, spiritual, dengan diimbangi dari ketiga hal terebut, anak didik diharapkan dapat memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

Ketiga, adanya keseimbangan antara ilmu syariat dengan ilmu umum. Selama ini seolah-olah terjadi pembagian antara ilmu yang berhubungan dengan teknologi dan ilmu yang berhubungan dengan agama, sehingga ibarat dua kutub yang saling berlawanan dan tidak akan saling bertemu.

Keempat, harus mempertimbangkan perkembangan dan kondisi psikologi anak didik. Dalam era modern seperti sekarang ini, laju perkembangan iptek sangat mempengaruhi karakter, kepribadian dan berpikir para remaja, sehingga apabila tidak disesuaikan dengan psikologi anak didik, pasti dapat menghancurkan kepribadian itu sendiri.

Have Fun ^^

Manusia Manusia Memiliki Moral dan Mulia

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki jiwa bebas dan mulia dan kekuatan yang luar biasa dalam menganalisa dalam satu peristiwa serta merasa denkat dengan tuhannya dan memiliki idealisme yang tiada henti  atau tidak pernah puas serta satu – satunya makhluk hidup yang memiliki moral maka bisa dikatakan manusia memiliki sifat istimewa / jenius.

–          Makna mulia dengan moral

  1. Manusia sadar bahwa semua tindakannya dia tahu bahwa itu baik dan buruk dan manusia satu – satunya makhluk hidup yang diperintahkan oleh Allah seupaya menyembahNya tanpa menyekutukan dengan orang lain.
  2. Manusia sadar bahwa banyak gagasan yang telah diterima oleh pendapat oleh orang lain atau dia tahu pendapatnya tak pernah diterima oleh orang lain jadi idenya banyak diterima atau tidak oleh orang lain dia akan bekerja secara terus – menerus.

–          Susunan kodrat

  1. Jasmani : dari penglihatan fisik
  2. Rohani : diungkapkan dengan sikap / ucapan

–          Sifat kodrat

  1. Individu :  untuk dperlukan diri sendiri
  2. Sosial : bagi masyarakat

 

Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain

            Manusia pada hakekatnya sama saja dengan makhluk hidup lainnya, yaitu mempunyai hasrat dan keinginan ia berjuang utnuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan di antara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibandingan dengan makhluk lain.

            Manusia sebagai salah satu makhluk hidup di muka bumi merupakan makhluk yang memiliki karakter paling unik Manusia secara fisik tidak begitu berbeda denagn binatang, sehingga para pemikir menyemakan dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memilikinya, sedangkan binatang hanya memiliki-memiliki kebiasaan yang bersifat instictif.

 

Manusia Sebagai Makluk Individu

Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

 

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah–tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

KeIndonesiaan kita dan Pendekatan Budaya

 

–          Kelemahan yang pernah terjadi -> top down (orde baru)

–          Kekuatan : era reformasi -> bottom up

–          Top Down :

  1. Dipaksakan bukan dari tempat aslinya
  2. Ibarat sapu lidi
  3. TMII (budaya indonesia disatukan dalam satu tempat)
  4. Mempunyai kelemahan : jika dipaksakan tidak akan bertahan lama

 

Contoh : pola belajar dalam 8 semester 40 mata kuliah. Dari semua ada yang tidak suka, tapi harus ditempuh karena terpakasa.

 

Dr. Umar Kayam : Kedekatan ketahanan dengan budaya

–          Ketahanan individu

–          Ketahanan keluarga

–          Ketahanan masyarakat / desa

–          Ketahanan regional / kabupaten

–          Ketahanan nasional

 

Budaya itu apapun pekerjaan / uang yang didapat digunakan sesuai kebutuhan, kelebihannya untuk keturuan.

–          Menghasilkan korupsi

–          Sifat serakah

Kalau setiap orang menggunakan rizkinya untuk hidupnya saja, negara ini akan maju.

Uang berkuasa (budaya korupsi)

 

Illegal logging dalam negara ini tidak bisa dihilangkan. Merupakan pekerjaan mereka. Kebiasaan korupsi menjadikan kebudayaan negatif . budaya perlu dilestarikan, korupsi bukan budaya karena bersifat negatif.

Korupsi di Indonesia sudah membudaya, harta kekayaan tidak ada batasnya bagi manusia. Dalam taman mini dapat melihat indonesia dalam miniatur. Kelemahannya budaya tak dapat dipaksakan. Top down tidak mendukung proses ke Indonesiaan. Tidak memcerminkan keIndonesiaan(Bhineka tunggal ika). Pada Orde lam ada pertemuan kongres kebudayaan. LEKRA : lembaga kebudayaan rakyat yang berada dibawah naungan partai komunis. Komunis mengajarkanlakukan apa yang kamu inginkan. Pada Orde baru ada kongres kebudayaan.

Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) menampung aktif dan progresif tapi mereka menanamkan komunis dan tak lama bertahan. Tak lama setelah itu ada kongres lagi. Pada tahun 2003 yang merupakan lanjutan dari orde (1998) sampai sekarang tak menemukan titik ujung. Apapun budaya etnik adalah Indonesia.

 

Orde lama    :   kongres budaya, pertemuan-pertemuan budayawan-budayawan.

Komunis    :    apa yang kita inginkan kerjakan tapi tidak perlu berdoa.

Kegagalan : direnugi melalui meditasi

Membudayakan budaya etnik  :     wajib membudayakan, mengIndonesiakan

Prinsipnya idealisme sifat yang istimewa: manusia sadar bahwa banyak ide atau gagasan yang telah diterima oleh orang lain atau dia tahu bahwa pendapatnya tidak pernah diterima. Idealisme tiada hentinya dengan sifat mulia manusia sesadar-sadarnya bahwa banyak ide atau gagasan yang telah diterima oleh orang lain berupa ide atau gagasan atau pendapatnya tak pernah diterima oleh orang lain. Jadi ide-idenya banyak diterima atau tidak oleh orang lain dia akan bekerja secara terus menerus.

 

 

 

 

 

Manusia Berfilsafat

Manusia berada di antara dua masalah sosial dan budaya. Secara ontologi manusia berfikir ilmu. Apa ilmu itu? . Dan tak lepas dari filsafat dan dapat dikatakan berfilsafat secara sadar atau tak sadar. Dan filsafat tak pernah menyelesaikan masalah dan mengarahkan ke dimensi yang meluas. Dan akhirnya tak menemukan akhir dari permasalahan tersebut. Bahkan seorang filosof tak dapat menyelesaikan masalah.

Ciri-ciri orang berfilsafat

Tak pernah puas atas jawaban walaupun dari literatur tertentu. Jika manusia sudah puas atas suatu jawabannya maka, itu merupakan suatu kemunduran dari manusia tersebut.

  • Knowledge without religion is lame
  • Religion without knowledge is blind

Manusia berfilsafat. Filsafat membuat manusia tidak pernah puas. Manusia berfilsafat secara sadar dan tidak sadar. Jika orang telah merasa puas maka dia telah mengawali kemunduran.

Ontologi             =          ilmu itu apa?

Epistimologi    =          Bagaiman amencari ilmu?

Absiologi          =          untuk apa ilmu itu?

Manusia adalah  salah satu jenis makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna karena memiliki insting kemampuan berpikir, akal dan budi ( mengerti moral) dan berbagai ketrampilan yang dimilikinya baik temuannya sendiri atau karya  perpaduan pendapat orang lain atau mendapat wangsit.

Manusia budaya selalu berjuang mempertahankan eksistensi dan pertumbuhan serta bagaimana cara agar kelangsungan hidupnya tidak punah dalam kaitan tersebut maka manusia selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik bersifat materi maupun bersifat kejiwaan yang jelas tiap manusia menginginkan keturunannya harus lebih baik dari dia (pengetahuan, ekonomi, pengaturan kessehatan dan pemanfaatan perkembangan teknologi). Untuk memenuhi kebutuhan tersebutmanusia telah mempunyai suatu konsep (menyadari bahwa dalam memenuhi kebutuhan seperti diatas tersebut atau tidak kalah pentingnya yaitu rasa keamanan maka mereka membentuk kelompok.