Semua orang benar

Seringkali ketika seseorang bercerita tentang masalahnya dengan orang lain kepada kita akan terlihat sebuah pola yang sama, atau setidaknya mirip. “Si itu lho ngeselin, si ini gak tau diri, coba ya… Masa dia gak ngerasa… Dia gak tau… on and on…”. Sedangkan kita mungkin tidak tahu kalau orang yang dia maksud juga bercerita hal yang sama kepada orang lain bahwa dia adalah orang yang salah sedangkan orang tersebut benar. Well, memang jarang ada yang datang kemudian bercerita bahwa dirinya telah menyakiti orang lain, sebaliknya mereka semua merasa benar. Mungkin dari masing – masing pihak melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda akhirnya keduanya tidak merasa bahwa sebenarnya mereka saling menyakiti.

Lanjutkan membaca “Semua orang benar”

Masyarakat di social media

Siapa hari ini yang tidak punya akun Twitter, Facebook, Path, Instagram dan lain sebagainya. Aku punya topik baru di Blog ku, ya tentang social media, tentu saja dengan topik critical awareness dan self education. Aku akan membahas pola perilaku masyarakat di social media untuk kedepannya. Sekarang aku akan membahas secara general.

Sebelumnya seperti biasa mukadimah tentang hal – hal teknis. Social media saat ini menjadi seperti dunia kedua seseorang. Menurut data statistik Statista tahun 2016 ini masyarakat dunia menghabiskan setidaknya hingga 118 menit  per hari atau sekitar 2 jam menggunakan social media. Istilah social media sendiri mungkin tidak terbentuk secara langsung, mengingat website seperti forum, milis dan sejenisnya telah ada ketika internet mulai populer. Tapi ketika internet menjadi hal biasa dan banyak hal menarik di dalamnya kemudian paradigma baru muncul.

Lanjutkan membaca “Masyarakat di social media”

Terkadang bertanya lebih susah daripada menjawab

Pernah dalam sebuah milis aku membaca orang nulis pertanyaan seperti ini,

“Om gimana caranya bikin aplikasi penggajian?”
“Suhu, boleh share coding untuk sistem informasi akademik?”
“Para master, mau tanya, gimana caranya bikin game kayak Clash of Clan di android?”

Gimana menurut kalian pertanyaan tersebut? kalau tanya kepada guru Bahasa Indonesia akan dijawab itu juga pertanyaan yang normal karena menggunakan kata tanya dan tanda tanya. Tapi pertanyaan tersebut kelihatan sekali si penanya gak ada usahanya dan tidak menunjukkan apa yang sebenarnya ingin ditanyakan. Lanjutkan membaca “Terkadang bertanya lebih susah daripada menjawab”