Jika aku punya mesin waktu

Tidak, aku tidak membahas mesin waktu dalam perspektif fisika kuantum. Hanya berandai andai, apa yang ingin kalian lakukan jika punya mesin waktu?. Pergi ke masa depan kah untuk melihat seperti apa kalian kelak? kembali ke masa lalu?, atau lebih memilih tidak menggunakannya?. Aku lebih memilih kembali ke masa lalu, kenapa? karena aku ingin ketemu aku yang berumur 7 tahun kemudian menatap matanya dalam – dalam, memegang pipinya lembut….. plak.. jangan alay po’o kamu ya gusti….

Lanjutkan membaca “Jika aku punya mesin waktu”

Iklan

Mengambil keputusan

“Jangan menyusahkan dirimu sendiri, ambil aja” begitu kata mereka. Memilih, iya dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Itu kenapa ada yang bilang bahwa hidup ini bercabang, kita yakin bahwa ada versi lain dari diri kita yang dulu mengambil keputusan yang tidak kita ambil saat ini. Jujur aku tipe orang yang tidak pandai mengambil keputusan, aku merasa setiap apa yang aku pilih malah menyusahkan diriku sendiri, apa yang aku ambil berakhir banyak penyesalan. Dulu aku berpikir bahwa hidup ini harus direncanakan, tidak ada namanya surprise. Ketika aku ingin A, aku berusaha dan bersiap untuk mendapat A jauh sebelumnya. Kadang rasanya aku iri pada orang lain yang sama sekali tidak merencanakan A tetapi justru mereka yang mendapatkan A, begitu juga untuk B, C, hingga Z.

Lanjutkan membaca “Mengambil keputusan”

Dunia yang bergesekan

Pernahkah kalian  melihat orang gila? pernahkan kalian berpikir kenapa orang gila tidak peduli dengan kondisi disekitarnya? bukan hanya karena gila, tapi lebih pada sesuatu apa yang dia lihat, dunia yang dia rasakan, dunia yang dia nyaman untuk hidup. Pernahkah kalian iri dengan orang gila? Jika tidak, aku mau sedikit beropini tentang mereka. Sebelumnya aku pernah menuliskan tentang katanya bahagia itu sederhana dimana kadang hal itu hanya sebuah alasan untuk pembenaran bahwa kita benar – benar bahagia ketika kita tidak bisa mencapai kebahagiaan yang kita inginkan. Tapi mungkin dari postingan terakhir, pola pikirku sedikit berubah ketika aku sendiri mulai merasakan keruwetan dengan hidup ini.

Lanjutkan membaca “Dunia yang bergesekan”

Teman tidur

Wait, ini bukan seperti yang kalian pikirkan, yang aku maksud adalah guling kesayangan. Aku sejak kecil terbiasa tidur selalu dengan sesuatu yang bisa aku peluk. Entah selimut, bantal atau memang guling yang bisa dijadikan sebagai “guling”. Aku bahkan pernah membahas guling bareng temen, yang menurut dia setelah membaca referensi di internet ternyata guling dulu banyak digunakan oleh orang – orang belanda atau para penjelajah yang jauh dari rumah, sebagai ganti ketika tidak ada seorang istri yang tidur menemaninya.

Lanjutkan membaca “Teman tidur”

Aplikasi daily productivity

Aku suka banget aplikasi kategori produktivitas karena fungsinya yang bisa membantu hal – hal kecil tapi kadang penting. Contohnya aplikasi note, reminder, chat, file cloud storage, alarm, blog, dll. Kali ini aku akan bahas beberapa aplikasi produktivitas yang menurutku bagus, disini aku tidak ngasih banyak pilihan karena aku tidak berniat untuk melakukan full review atau rekomendasi, tapi sekedar share aplikasi yang aku gunakan yang menurutku bagus. Berkaitan dengan tema blogku critical awareness dan self education yah anggap aja ini selingan. Oke apa aja aplikasi produktivitas yang ada di smartphone dan laptopku. Here it is…

Lanjutkan membaca “Aplikasi daily productivity”

Aib

Kadang orang datang dan bercerita tentang sebuah masalah, terutama masalah yang menyangkut hal – hal yang sensitif tentang dirinya. Beberapa mungkin tentang konflik diri seperti ragu dalam mengambil keputusan, kehilangan motivasi, butuh tujuan hidup dan lain sebagainya. Menurutku ada 2 tipe orang yang bercerita tentang sebuah masalah, pertama orang yang memang kehilangan arah dan butuh solusi atau alternatif jalan keluar dari orang lain. Kedua orang yang butuh affirmation atau dukungan untuk ikut “mengiyakan” dan mengamini apa yang dia pikirkan. Seringnya tipe yang kedua ini bercerita tentang konfliknya dengan orang lain, sedangkan tipe yang pertama adalah orang yang mungkin mencoba bersikap lunak, mau introspeksi diri, tahu dia mungkin telah berbuat salah, tahu bahwa ada pihak yang tersakiti, entah orang lain atau dirinya sendiri. Melihat hal ini setidaknya ada 2 hal yang mungkin terlintas dipikiran mereka, dia memutuskan diam untuk menyimpan masalahnya sendiri atau bercerita untuk melegakan bebannya.

Lanjutkan membaca “Aib”

Hollow

Emptiness is something difficult to explain, if you’re feeling empty, you’re not alone. Many of us feel empty in different ways. We might feel empty because something is missing in our life.

Seseorang yang masih memiliki tempat pulang, orang tua lengkap, kakak atau adik, tapi kadang Ia masih merasa sepi. Ada yang bukan seperti seharunya dan entah apa itu. Ada yang bilang “rumah adalah tempat pertama dan terakhir yang selalu bisa menerimamu ketika dunia menolakmu”. Ketika aku bingung terhadap kondisi seperti ini biasanya aku membuat pertanyaan kepada diri sendiri, seperti: apa sih yang kamu butuhkan? apa yang kamu miliki sekarang? apa yang kurang? hal apa yang bisa membuatmu lebih hidup dari ini?. Lanjutkan membaca “Hollow”