Semua orang benar

Seringkali ketika seseorang bercerita tentang masalahnya dengan orang lain kepada kita akan terlihat sebuah pola yang sama, atau setidaknya mirip. “Si itu lho ngeselin, si ini gak tau diri, coba ya… Masa dia gak ngerasa… Dia gak tau… on and on…”. Sedangkan kita mungkin tidak tahu kalau orang yang dia maksud juga bercerita hal yang sama kepada orang lain bahwa dia adalah orang yang salah sedangkan orang tersebut benar. Well, memang jarang ada yang datang kemudian bercerita bahwa dirinya telah menyakiti orang lain, sebaliknya mereka semua merasa benar. Mungkin dari masing – masing pihak melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda akhirnya keduanya tidak merasa bahwa sebenarnya mereka saling menyakiti.

Karena aku sebagai pendengar dan sedang menulis tentang hal ini, bukan berarti aku bisa melihat semuanya dengan jelas. Seperti yang lain, diposisi yang sama dengan mereka, aku juga kadang merasa benar, kita semua merasa benar. Apalagi ketika kedua orang tersebut ternyata sama – sama bercerita kepada kita, kalau yang aku lakukan hanya mendengarkan, karena kadang mereka hanya butuh didengar, sebagian memang butuh affirmation. Tapi aku tidak suka atau mudah setuju dengan apa yang mereka umpatkan terhadap orang lain. Malah sering juga aku punya pendapat sendiri dan berbeda dari kedua orang tersebut, kadang juga aku malah menyalahkan keduanya, hehe.

Sekarang coba kita lihat kenapa semua orang merasa benar? begini, menurutku sebuah konflik diawali dengan perbedaan pendapat, atau salah satu pihak terpicu untuk protes dari apa yang dia rasakan yang menurutnya dampak dari perbuatan orang lain, fase ini masih konflik diri yang ada disalah satu pihak. Jika pada akhirnya terjadi gesekan yang cukup untuk membuat mereka saling sadar bahwa ada pihak yang tidak suka, maka itulah saat dimana mereka akan mengukuhkan alasan mereka untuk membenci. Ketika orang ada diposisi ini biasanya mereka memiliki pandangan yang sempit, inilah kenapa ada istilah menenangkan orang marah itu percuma, begitu juga menyemangati orang sedih atau menceriakan orang yang sedang kecewa.

Karena bayangin aja, apa mungkin seseorang yang sedang gagal diterima kerja diperusahaan impiannya, kemudian orang datang bilang “jangan sedih, banyak tempat lain yang lebih bagus”, tiba – tiba orang tersebut “oh iya, oke gak masalah haha hihi..”, menurutku kalau ada orang seperti ini, dia harus diperiksakan ke psikiater deh. Lha wong dia nyiapin kerja disana sejak awal kuliah, 6 tahun giat belajar tapi akhirnya gagal. Karena bagaimanapun manusia bukan seperti robot yang mood nya bisa di switch dalam mode apapun semau kita. Belum lagi masalah hormon yang membuat emosi kita bisa gak terkontrol (tanya cewek hamil atau menstruasi).

Aku tidak menawarkan solusi disini. Seperti biasa, menurutku ini adalah fenomena yang terjadi didalam diri manusia pada umumnya. Hal ini merupakan critical awareness yang ada di masyarakat, aku cuma ingin kita sadar bahwa celah itu ada sehingga kita bisa berhati – hati dalam bertingkah laku dan bertutur kata. Akuilah kita tidak selalu benar, terkadang kita lupa, bahkan  saat kita memang sadar bahwa kita salah, yang kita lakukan bukan minta maaf malah menghilang entah kemana. Bukah hanya kita yang pernah salah, semua orang pernah salah, hingga berkali – kali, nyatanya …. semua orang tidak selalu benar.

ps: kalau kalian ingin pendapat yang lain bisa kunjungi link ini

Gresik, light rain in afternoon…
December 2016 © anggadarkprince.wordpress.com

Reference:
[image source: Google]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s