Istirahat dan Produktivitas

Sering dengar orang bilang “The power of kepepet”? menurutku istilah ini bukan sebuah pembenaran atau memang ada kekuatan yang muncul dengan sendirinya dalam waktu singkat terutama dalam mengerjakan tugas atau sebuah pekerjaan, karena aku penganut konsep non berhala bahwa “Sesuatu hal itu selalu butuh persiapan dan waktu” jadi aku kurang setuju dengan istilah itu.

Berbeda ketika sesorang dalam bahaya kemudian melakukan hal nekat yang mungkin gak terpikir dalam kondisi normal sehingga orang tersebut melakukan sesuatu yang “ajaib”. Orang yang menggunakan istilah “The power of kepepet” biasanya akan berpikir praktis, karena ketika orang dalam keadaan tertekan atau stress biasanya cara berpikir mereka cenderung menyempit, yah ini tergantung mental seseorang juga sih. Nah karena itu ada beberapa konsep atau teori yang mengajarkan kita tentang manajemen stress dan waktu untuk menjaga pikiran kita tetap “waras” dan “terkontrol”.

Kenapa seseorang sering berada di dalam kondisi “kepepet”? mungkin mereka kurang disiplin atau menunda – nunda sebuah pekerjaan. Tapi ini sesuatu hal yang selalu ada di dalam diri manusia, aku sendiri gak yakin ada orang yang selalu bisa bersikap dan berpikir dengan sangat efisien. Terkadang manusia itu lalai, entah karena tiba – tiba malas atau lelah. Stress datang seiring dengan bertambahnya usia, tanggung jawab dan beban hidup yang datang dari rumah, sekolah atau kantor yang tidak bisa dihindari. Pekerjaan yang overtime terkadang membuat kita mengorbankan waktu istirahat, seperti aku juga kadang berpikir “hari ini nyelesaiin … sampek malem!”, kenyataannya esok hari entah kenapa tenaga dan semangat berkurang sehingga produktivitas menurun, karena pada dasarnya ketika kita mengorbankan waktu istirahat kita, secara tidak sadar nantinya tubuh kita dengan sendirinya meminta ganti rugi dari apa yang kita paksakan kepadanya. Jadi ketika kita tidak tidur malam ini, sebagai gantinya di akhir pekan kita menghabiskan waktu istirahat kita hampir 2x. Artinya istirahat untuk tubuh kita sebenarnya utuh, itu kenapa ada orang bilang “hutang tidur”.

Bergadang merupakan kebiasaan manusia modern. Coba mention temenmu di twitter atau kirim WA jam 12 malam, aku yakin masih banyak orang – orang yang ada di contact hp kita masih terjaga. Banyak dari mereka mengaku tidur hanya beberapa jam sehari. Tapi entah kenapa aku tidak yakin total waktu tidur mereka kurang dari 7 jam sehari. Ada juga yang dengan mudahnya bilang insomnia tapi aku pernah tahu sendiri mereka yang bilang seperti itu hanya sesekali tidak tidur semalam, tapi pas masuk fase tidur juga kayak orang mati, hanya waktu tidurnya saja yang bergeser karena Circadian rhythms nya tubuhnya rusak, Sekali lagi membayar “hutang tidur”. Bahkan aku sendiri tidak yakin kegiatan jam 11 – 2 malam menjadi produktif untuk kita, ya tapi ada juga pekerjaan seperti seorang penulis atau programmer dimana malam menjadi waktu untuk mendapat inspirasi.

Tapi tidak semua orang seperti itu, ada yang memang workaholic dimana Ia bekerja seharian bahkan tanpa waktu libur. Tapi seperti yang aku bilang tentang waktu tidur, management stress menjadi management waktu istirahat, semakin orang terlalu lama fokus maka konsentrasi menurun dan produktivitas berkurang, akan ada kejenuhan dimana sesuatu yang mungkin bisa diselesaikan dengan mudah menjadi sulit dan lama. Seperti cerita Membenci waktu kadang kita gak rela waktu berlalu dan habis hanya untuk tidur, tapi nyatanya istirahat juga penting, bagaimana orang merasa bisa melakukan sesuatu 120% dihari ini tapi hanya akan menghasilkan 30% keesokan harinya padahal Ia bisa melakukan suatu hal 80% untuk hari ini dan 80% untuk keesokan harinya, dengan perbedaan progress 10% lebih baik dan kondisi tubuh yang stabil aku merasa bergadang itu tidak diperlukan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Menjadi manusia modern juga tidak harus memaksa tubuh ini diluar batas, menjadi produktif juga bukan berarti mengabaikan waktu istirahat.

“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya…” (QS. Al Mu’minun:61)

“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS.An-Naba’:11).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s