Terkadang bertanya lebih susah daripada menjawab

Pernah dalam sebuah milis aku membaca orang nulis pertanyaan seperti ini,

“Om gimana caranya bikin aplikasi penggajian?”
“Suhu, boleh share coding untuk sistem informasi akademik?”
“Para master, mau tanya, gimana caranya bikin game kayak Clash of Clan di android?”

Gimana menurut kalian pertanyaan tersebut? kalau tanya kepada guru Bahasa Indonesia akan dijawab itu juga pertanyaan yang normal karena menggunakan kata tanya dan tanda tanya. Tapi pertanyaan tersebut kelihatan sekali si penanya gak ada usahanya dan tidak menunjukkan apa yang sebenarnya ingin ditanyakan.

We have no idea what your objection is!

Yang harus kita pahami adalah jawaban seperti apa sih yang kita harapkan?, bagaimana cara orang akan menjawab pertanyaan kita nantinya?, apakah orang lain mau meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan kita?, dan apakah pertanyaan kita layak untuk dijawab?. Ada baiknya kita memecah pertanyaan menjadi lebih spesifik, seperti ketika kita ingin tahu gimana cara bikin game seperti Clash of Clan, aku yakin penanya belum pernah bikin game sebelumnya, kenapa tidak mencoba sesuatu yang kecil, atau mungkin penanya sebenarnya hanya salah dalam penggunaan kata saja. Sebenarnya dia tertarik dengan sistem war dan group atau clan yang ada di game tersebut, bagaimana mekanisme pengelompokan atau matching antar user yang aktif. Sehingga pertanyaannya bisa dipersempit dengan bertanya tentang service / tools / mekanisme atau teory tentang real-time data sharing dalam game multiplayer.

Karena bertanya itu mencoba dan ingin dimengerti orang lain dengan berusaha mengerti orang lain. Kita juga tidak mengharapkan pertanyaan seperti “Gimana cara bikin socmed seperti facebook?” kemudian di jawab dengan suruh baca buku pemrograman + database + system information + system integration + managing server + agile development + dll yang totalnya puluhan ribu lembar. Rasanya jadi aneh kan.

Sudah sekitar 5 bulan aku jadi member stackexchange dan aku mengikuti beberapa channel community seperti stack overflow, user experience, android enthusiast dan database administrator. Komunitas ini membantu sekali untuk menyelesaikan masalah teknis pas bikin program. Setelah beberapa waktu aku mulai mengerti bagaimana komunitas ini bener – bener berisi diskusi yang sangat bermanfaat dan efektif, berbeda sekali dengan milis dan group dibeberapa social network dimana umpan balik antara penanya, penjawab dan pembuat rusuh berantakan sehingga malas untuk dibaca. Cerita ini sedikit mirip dengan artikel sebelumnya tentang Komentar yang gak penting.

Jadi kenapa? suatu hari aku pernah bertanya sesuatu di sana tentang database dan mendapat vote minus 6, aku sendiri gak ngerti kenapa, awalnya aku pikir grammar dan spelling inggrisku berantakan tapi ternyata bukan, sebelum – sebelumnya juga berantakan tapi tetap dijawab dengan baik oleh orang – orang dari seluruh dunia. Ternyata pertanyaan yang aku buat tidak menunjukkan bagaimana seseorang bertanya, karena kurang menunjukkan usaha yang telah aku lakukan, seakan hanya menunjukkan statement, kemudian feedback yang aku berikan kelihatan mencari jawaban dengan solusi instan dan mudah kemudian tentu saja pilihan kata yang salah sehingga orang gagal menangkap apa yang kita ingin tanyakan, dan akhirnya orang – orang memberikan vote -6.

Dilain sisi aku pernah mendapat apresiasi badge “Nice Answer” di stack overflow dari sebuah jawaban yang aku tulis dengan sedikit referensi dan gabungin beberapa solusi dari orang lain yang juga aku tulis creditnya. Kemudian aku berpikir kadang membagi sesuatu yang kita tahu dengan cara yang tepat akan memberikan manfaat untuk orang lain diluar sana. Walaupun dalam menjawab pertanyaan kalau asal juga akan mendapat nilai vote minus yang berpengaruh pada reputasi kita.

Sistem vote biasa kalian temukan di kolom komentar di beberapa blog atau forum yang berguna untuk menaikkan atau menurunkan posisi dari tampilan komentar itu sendiri, komentar / feedback yang mendapat vote lebih tinggi  berada di atas komentar / feedback yang memiliki vote lebih rendah. Hal ini berguna sekali untuk memfilter dan mengurutkan statement yang paling baik yang disetujui oleh banyak orang. Mendapat vote minus 6 terdengar feedback negatif yang masih kecil, tapi entah kenapa rasanya seperti peringatan dari sesorang yang berkata “hei, bikin pertanyaan atau nulis yang bener, yang ada manfaatnya!”, tapi itu bener lho, di stackexchange kita tidak boleh hanya memberi pertanyaan atau feedback yang sederhana yang tidak memberikan kontribusi dan menunjukkan sebuah usaha. Bahkan ada fitur untuk menolak ucapan “thanks”, jadi minimal kita berterima kasih dengan detail atas apa kita berterima kasih?, bagaimana kita menerapkan solusi dari jawaban seseorang? dan lain sebagainya. Aku berharap fitur vote bisa diterapkan di group seperti facebook jadi gak ada lagi orang yang nulis, “ninggalin sandal”, “ninggalin jejak”, “numpang lewat”, “sip”, “wkwkwk”, dll.

Dengan sistem vote dan reputasi di social network aku yakin akan mengurangi statement yang kurang penting dan bullying, karena bayangin aja orang yang dapat banyak vote down akan memiliki reputasi yang buruk di profilenya, ini seperti main role-play game dimana status pemain direpresentasikan dari perilakunya. Dulu aku berpikir kalau ada thumb up kenapa gak ada thumb down? yah aku tahu thumb/vote down juga bisa menimpulkan ketakutan untuk bersuara atau berpendapat karena orang yang memberi penilaian yang mungkin juga dipengaruhi oleh perasaan pribadi bukan secara objective dan akan ada orang yang melakukan spamming vote down secara acak yang akan merugikan orang yang memiliki status tersebut, tapi terkadang ketakutan untuk bertindak itu penting sebagai kendali untuk berpikir 2x dalam mengeluarkan statement yang bermanfaat.

To raise new questions, new possibilities, to regard old problems from a new angle, requires creative imagination and marks real advance in science.
– Albert Einsten

References:
Cover image from lifehack.com : http://www.lifehack.org/articles/productivity/nothing-prevents-you-from-asking-questions.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s