ATM hilang (lagi)

“Kenapa bukan KTP aja yang ilang, ini yang kedua kalinya ATM ilang dalam sebulan, iya baru kemarin diurus sekarang ilang lagi…”

Kalau disuruh milih, lebih penting mana ATM atau KTP, aku jawab “ATM”, iya duit itu lebih mendesak, mesin ATM ada dimana – mana, ambil uang bisa direncanakan, kebutuhan ATM pakai kartu yang asli bukan fotocopy kayak ngurus surat kalo diminta melampirkan KTP. Makan bisa pake ATM / debit, makan gak pake KTP kecuali kalo ke restoran lupa bawa cash baru ninggal KTP :v.

Where are you, my plastic money??

Jadi, “Kenapa ndak KTP aja yang ilang, padalah sebelumnya ATM udah pernah ilang, selama di Jember 5 tahun ndak pernah tuh ninggal kartu di mesin ATM, tapi kayaknya kemarin pas sebelum buber sebelumnya aku ambil uang buru – buru dan yah… gitu…”

Sore ini perasaan bingung datang lagi, mungkin kelihatan remeh sekali ya, “ah cuma ilang, semua orang juga bisa ngalamin…” iya bener, tapi ini yang kedua dalam 3 minggu. Intinya aku “FUCKING RECKLESS”, gak belajar dari pengalaman dan kasusnya sama seperti aku kehilangan kunci motor 2 kali dalam seminggu. Kenapa ya, apa karena banyak pikiran bulan ini sibuk skripsi kemarin, dunno. Btw atas nama ATM nya bukan namaku karena itu ATM nya mbak, kemarin maksudnya balik nama aja biar apa – apa aku urus sendiri, nah sekarang udah ilang lagi. Di keluargaku ilang itu bukannya dimaklumi tapi disalahkan -_- apalagi bapak. Iya bapakku itu orang paling ati – ati di keluarga dia jarang ngilangin sesuatu, kecuali ngilangin “pekerjaannya”, mungkin sifat yang penuh persiapan itu diturunkan ke aku, cuma aku lebih sembrono dan kurang perhatian.

Ngurus ATM baru biasanya pakai surat keterangan polisi, males juga bikinnya. Kalo gitu jangan ilang :v iya seh. Agghh mungkin bisa dibilang kalo ATM nya masuk ke mesin ATM, karena lupa diambil, kan kalau delay beberapa detik gak ada aktivitas akan di block atau dimasuking ke mesin ATM untuk masalah keamanan. Kecuali pas aku pergi dan langsung ada orang di belakangku yang pakai. Ah yaweslah nanti bikin lagi, tapi pasti dimarahin dulu sama orang rumah…

Terlintas sebuah ide gara – gara masalah ini, yang sebenernya ndak baru juga, karena aku anak Sistem Informasi kan seharusnya aku bisa kritis dan membuat solusi dari hal – hal seperti ini eah. Ok kartu ATM itu kan 2-factor authentication ya, maksudnya untuk mendapatkan layanan bank melalui mesin ATM dibutuhkan 2 standar keamanan (bypass), pertama adalah kartu, kedua adalah PIN. Layanan mesin ATM tidak bisa dipakai hanya dengan kartu aja atau PIN aja, oke jadi apa masalahnya, gak ada, sebenernya sistem ini sangat normal dan cukup aman, sekarang tergantung pemiliknya bisa menggunakannya dengan bijak apa tidak. Nah sekarang gimana kalau masalahnya kayak aku, hilang, tapi kita harus bisa tetap bisa menggunakan layanan tersebut tanpa kartu atau PIN.

Bagaimana kalau mesin ATM itu bisa membaca bio-metric profile, artinya kita masuk ke ATM menggunakan pengenal wajah atau sidik jari hanya saja kalau seperti itu kartu ATM tidak bisa dipinjamkan. Bio-metric profile merupakan sebuah sistem keamanan yang melekat pada manusia, artinya gak mungkin anda lupa bawa kepala atau tangan kalau keluar rumah dan gak perlu takut ketinggalan atau dicuri orang. Tapi .. tapi gimana kalau pencurian fisik? misal nih ada orang kaya dijalan, gimana kalau di potong tangannya sama begal? atau sederhananya di bius aja sampek pingsan kemudian dibawa ke mesin ATM? iya itu juga bisa, masih ada resiko tapi sebenarnya gak se ekstrem itu sih. Sebelumnya juga pernah baca kalau Google mengembangkan fitur authentication berdasarkan kebiasaan dan perilaku user terhadap penggunaan smartphone android, ini juga menarik, tapi kalau perilaku penggunaan mesin ATM agak susah ya kan kita berinteraksi dengan mesin ATM sedikit sekali dan bank harus menampung data training sebanyak jumlah nasabahnya, kemudian ATM berubah istilah jadi ATML (automatic teller machine learning) haha.

Jadi itu bisa jadi backup 3-factor authenticate, atau 2-factor authenticate + 1-factor bypass authenticate for emergency condition. Tapi perangkat pengenal wajah dan sidik jari lebih mahal dan butuh biaya besar untuk di implementasikan di seluruh ATM di indonesia yang sudah ratusan ribu jumlahnya. Kemudian penggunaan PIN itu memang rahasia artinya tidak ada bentuknya kecuali anda menulisnya di kertas apalagi jadi bio profile di sosial media. Iya PIN ada di kepala anda dan sifatnya benar – benar rahasia, mungkin penggunaan biometric profile tidak diperlukan atau malah menghilangkan masalah dengan menambah masalah yang lain, but how do we replace the new card and bypass ATM machine immediately if is money needing accuired for emergency? aku harap bank punya solusi yang lebih baik…

You really just want to know that somebody loves you for you. Sometimes you feel like an ATM machine with a wig on it.

– Mariah Carey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s