Skripsiphobia

Aku nulis ini setelah liat salah satu video dari Tought Cafe Today tentang robophobia, setelah research (google) ternyata banyak banget phobia seseorang yang aneh – aneh. Nah sekarang aku nulis tentang Skripsiphobia, beneran ada? hmm ndak juga sebenarnya, setiap orang punya ketakutannya sendiri terhadap sesuatu, apapun itu dan aku disini nulis dan ngasih nama orang yang takut akan skripsi dengan sebutan “skripsiphobia” walaupun tanpa penelitian terhadap orang – orang yang mengalaminya sih, hehe. Aku akan cerita tentang ketika aku skripsi, apa aku takut ngerjain skripsi?, ndak juga sih.

Skripsi buatku seperti tugas pada umumnya hanya saja deadline nya lama, saking lamanya banyak mahasiswa yang ngeremehin (kayak aku) yang akhirnya bikin mereka telat lulus, sebenarnya banyak kasus sih, aku sendiri nyelesaiin skripsi selama 2 tahun, 1 tahun ngerjain, 1 tahun ditinggal freelance, baca Kerja jadi Freelancer oh Yeah... 1 Tahun?, iya kalau diakumulasi bagian fokusnya, lama?, iya menurutku karena banyak hal yang harus dikerjain. Jadi apa hubungannya sama skripsiphobia? gini, aku merasakan keanehan yang ada didalam diriku setelah lewat hampir 2 tahun masa skripsi, entah kenapa karena sering tak tinggal aku merasa kalo skripsiku ini gak akan pernah selesai, setiap kali mau menyelesaikan dibagian akhir rasanya nafasku sesak, dadaku sakit, aneh? iyakan.

Skripsiku ini tentang pemodelan simulasi marketplace dalam bentuk game, aku jurusan Sistem Informasi. Di kampusku setiap mahasiswa skripsinya harus menghasilkan produk, jadi gak bisa perancangan atau kajian teori aja (pada saat itu, kebanyakan). Nah masalahnya kasus yang tak ambil ini sebenernya banyak  hanya konsepku lebih luas dan cara implementasinya juga agak ruwet. Berbeda dari beberapa referensiku yang tak lihat dari kerjaannya anak tingkat S1 dari universitas lain dengan topik yang sama sederhana dan seperti prototype, punyaku ini melakukan implementasi untuk level produksi, jadi beneran bikin produk jadi yang harus bisa digunakan. Nah awalnya aku gak bisa ngukur targetku yang cukup banyak, sampek akhirnya setelah belajar dan ngerjain selama 7 bulan tanpa libur (iya tiada hari tanpa skripsi, walaupun cuma edit sebaris coding atau tulisan aja) akhirnya aku ngerasa capek dan memutuskan untuk istirahat, saat itu beberapa temen yang bareng – bareng ternyata skripsinya udah boleh sidang dan yah biar aku ambil break sebentar.

Aku istirahat bukan liburan, keliling gak ada kerjaan, tapi aku milih nyari duit, ngerjain web atau game kecil – kecil buat orang yang minta, baca Kerja jadi Freelancer oh Yeah... Tahun itu tiba – tiba ada 4 kerjaan berturut – turut yang bikin aku bener – bener berhenti selama 7 bulan termasuk aku yang harus ke Jakarta dengan ninggalin 30ribu baris coding yang belum selesai dan buku skripsi yang juga belum selesai. Kemudian setelah semua itu selesai aku mulai pelan – pelan baca skripsiku lagi yang hampir 80% lupa, iyah saking ruwetnya yang tak tulis dan tak coding, ternyata aku baru sadar pemahamanku tentang coding tahun sebelumnya itu buruk banget hingga aku tau aku bikin Class dengan fungsi yang panjang dan njelimet, aku bahkan lupa gimana flow nya, shit bingung setengah mati, tiba – tiba perasaan skripsiphobia ini muncul. Entah kenapa perasaan akan lupa skripsi yang tak tinggal ini bikin khawatir. Dipaksa susah banget, berkembang lama, sampek aku sadar selama 2 minggu gak menghasilkan apa – apa, akhirnya aku merasa waktunya terbuang percuma. Sekali lagi aku lari dari masalah, bukannya bersabar baca – baca lagi malah nyari kerjaan freelance dan belajar yang lain, iya sih setelah itu aku jadi lebih tahu tentang Laravel dan Android, tapi nambah lagi satu semester.

Kerjaan selesai, harus balik lagi ke skripsi, sekali lagi perasaan itu datang lagi ketika aku buka pertama kali file – filenya yang gak karuan banyak jumlahnya. Tapi semester itu hampir selesai dan aku gak mau nambah semester lagi, aku juga udah terlalu lama lari dan aku sadar masalah ini gak akan selesai kalau skripsi gak di tulis, coding gak diteruskan. Akhirnya aku review ulang tulisanku dari awal, tak hapus semua yang jadi targetku di awal, aku tahu aku menyerah karena rasanya skripsi ini overwhelming dengan ide awal yang aku inginkan, percuma wasting my time, aku baru sadar skripsi ini gak berguna di masa depan. Setelah itu aku baru sadar setelah review ulang dan buang yang tidak perlu, aku bisa sidang tahun lalu sebelum aku berhenti dimana aku masih menguasai flow codingnya. Tapi masa lalu gak bisa diubah semua udah lewat, yasudah kemudian tinggal programnya the biggest challenge, aku cuma punya waktu 1 minggu, seharian aku cuma baca coding, ngasih comment, lihat alur, kepala udah sakit, keringet dingin gara – gara framework dengan referensi yang sedikit, flow dan algoritma yang ruwet, shit what should I do…what should I do.., tenang – tenang aku yakinin diriku sendiri, seperti pas aku review buku skripsiku yang 300 lembar (awalnya hampir 370 lembar) aku buang yang gak perlu, konsepnya aku sederhanakan, sebenernya aku gak mau ngelakuin ini tapi mau gimana lagi, kesalahan di awal bikin masalah di akhir. Setelah beberapa hari, lama banget perkembangannya cuma berubah dikit tapi untuk yang terakhir, aku gak boleh berhenti, berhenti sama aja bunuh diri, terus berjuang yang dulu mudah tapi sekrang rasanya mati – matian dan akhirnya selesai, tapi seadanya kayak gini lah web dan game nya.

…tinggal click – click aja, simulasi jalan sendiri, selesai click – click gitu aja. Standar, aku ngembangin simulasi berbasis agent, bikin map isometric, dept-space sort buat ngurutin tile saat simulasi berjalan, algoritma A* untuk path finding, Stack Finite-state machine dan rule-base sebagai otak dan state karakternya, kemudian model perilaku konsumen untuk membuat agent bisa mengambil keputusan produk yang dibeli. Banyak? ndak juga, biasa aja,,,

map
Business Career The Game – My Thesis Project

Nah terus gimana masalah Skripsiphobia?, sebenarnya itu timbul karena kekhawatiranku akan skripsi ini, ketika aku fokus entah kenapa otakku menimbulkan sensasi panik yang berlebihan dan banyak bayangan negatif yang muncul, seperti rasa bersalah ke orang tua yang gak bisa nepatin janji buat lulus cepet dan selalu cari – cari alasan, ditambah lagi disorder yang tak miliki sebagai avoidant yang selalu “merasa kurang cukup baik”, dan banyak hal – hal lainnya. 2 tahun yang bener – bener melelahkan, aku udah nulis banyak hal di skripsi, aku review sendiri, aku hapus sendiri hanya karena kebodohanku, ada hal yang gak bisa aku lihat ketika pertama kali ngerjain. Tapi yah semua berlalu, aku gak mau nanti menamai hal – hal seperti lagi untuk masalah dimasa depan, sama seperti yang lain aku juga bisa tersandung, jatuh dan tersesat. Skripsiphobia ini hanya sebuah jokes yang aku persembahkan kepada diriku yang bodoh. Semoga 2 tahun terakhir ini tergantikan dengan yang baik di masa depan, Amin.

After 20, you must be lost in your life, then try to fix it and rebuild the brand new you until you are ready to fight the real world
– Angga Ari Wijaya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s