Samudra plastik

Suatu hari ketika aku pergi ke Alfamart (ndak perlu di sensor), aku nemu tulisan di kasirnya yang kira – kira isinya himbauan dari pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik, jadi orang yang berbelanja diharapkan untuk membawa kantong belanja sendiri. Tapi akhir – akhir ini aku lihat tulisan itu sudah gak ada, entah waktu itu peringatan hari bumi hari air atau apa aku kurang tahu. Tapi entah kenapa ndak ada kelanjutannya. Aku juga sering mengikuti channel Tought Cafe Today di youtube yang sering membahas tentang critical issues di masyarakat, nah salah satunya ada yang berjudul “Plastic Ocean” dari situ kemudian aku bermaksud menulis juga hal yang sama.

Sebelum membahas masalah teknis, berikut ini beberapa pertanyaan trivia tentang polusi pastik yang kita mungkin belum tahu.

Apa yang dimaksud polusi plastik?

Polusi plastik adalah akumulasi produk plastik terbuang yang terus menumpuk di lingkungan tanpa ada proses daur ulang sehingga berpengaruh pada habitat hewan atau manusia, tumpukan sampah plastik ini ada di darat dan lautan.

Berapa banyak polusi plastik di lautan?

Lebih dari 4.8 juta metrik ton plastik yang dibuang di laut setiap tahun. Angka ini hanya perkiraan, peneliti percaya bahwa jumlah plastik dilautan mencapai 12.7 juta metrik ton. Kita yang tidak tinggal dilaut mungkin nggak merasa kalo akan sebanyak itu iya kan.

Seberapa besar kontribusi plastik belanja menjadi polusi?

Sekitar 500 juta kantong plastik digunakan diseluruh dunia. Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menit. Nah seperti kita saat beli sesuatu di Supermarket, walaupun menggunakan plastic organic yang ramah lingkungan kira -kira inget gak dibuang kemana plastiknya.

Memangnya apa pengaruh terhadap habitat?

44 persen spesies burung laut, 22 persen spesies paus, semua kura – kura dan ikan ditemukan banyak barang – barang plastik ditubuh mereka. Di Midway Island banyak ditemukan burung Albatros yang memakan plastik dari lautan, ketika mereka mati terlihat banyak sekali produk plastik seperti tutup botol dan bungkus makanan.

Kalian bisa cari informasi tentang polusi plastik di internet atau film dokumentasi, nah sekarang kenapa plastik, kenapa bukan yang  lain. Waktu SMP disekolahku ada mulok pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) kemudian saat rame – ramenya lomba sekolah Adiwiyata di Gresik aku ikut jadi kader PLH di kelompok daur ulang, saat itu aku berada di bagian daur ulang sampah organik menggunakan komposter untuk membuat pupuk, kelompok lain ada juga yang mendaur ulang kertas. Plastik kebanyakan didaur ulang menjadi hiasan dinding, tas, ornamen, yah berbeda dengan daun atau kertas, kita kesulitan mendaur ulang plastik dengan cara meleburnya dan mengkonstruksi menjadi bentuk lain kecuali kita melakukannya di industri. Butuh usaha dan kreativitas untuk mendaur ulang plastik, ini salah satu hal yang membuat daur ulang sampah plastik sangat sedikit sedangkan kita tahu ketika plastik dibuang butuh waktu sangat lama untuk proses dekomposisi terurai dengan tanah. Setiap jenis plastik memiliki masa waktu dekomposisi yang berbeda, rata – rata setiap plastik botol membutuhkan waktu 450 tahun hingga 1000 tahun. Bahkan untuk botol kecil, kita masih merasakan betapa lama nya proses tersebut.

Rise Above Plastics – Plastics Kill from Surfrider Foundation

Kembali ke topik kita, bagaimana dengan plastik yang di lautan? sama halnya plastik yang di daratan, di lautan ditemukan banyak sekali produk dari daratan. Plastik di lautan tidak hanya berbentuk botol atau plastik kemasan yang mengapung, tetapi juga plastik remah – remah yang ada di lautan dalam, makannya ditemukan ikan yang memakan sampah plastik. Sebagian jenis plastik menghasilkan zat kimia tertentu yang bisa meracuni ikan. Jadi apa yang bisa kita lakukan? sebenarnya banyak cara, tapi aku gak bahas semua detailnya, kembali ke ceritaku di Alfamart tadi, dengan memulai membawa kantong belanja sendiri akan mengurangi penggunaan plastik yang terbuang, dan menghindari minuman botol, yah walaupun ini sangat susah. Nah masalah tulisan yang aku temukan di kasir tersebut kenapa dihilangkan, kalau hari Bumi atau hari Air diperingati cuma sebagai perayaan sehari apa gunanya? Beberapa tahun yang lalu aku senang ketika tahu tas plastik di supermarket yang digunakan hingga saat ini dibuat dari bahan khusus yang bisa terurai lebih cepat, nice. Tulisan ini ngingetin masa – masa SMP dimana guru – guruku selalu ngingetin buat buang sampah ditempatnya dan dipisah sesuai jenisnya, kalo nggak kena denda, ada salah satu guruku yang rajin ngingetin sampek dia ngaku sendiri “pasti anak – anak kalo inget saya, ingetnya sampah”, iya karena beliau sering marahin anak – anak yang kerjaannya buang sembarangan, aku lupa nama guruku tapi ilmunya masih membekas dan tentu saja digabungin dengan kesadaran diri kita bisa membiasakan peduli dengan sampah.

References:
22 Facts about plastic pollution
How long does it take a plastic bottle to biodegrade
Researchers Find Just How Much Plastic We’re Putting Into

We live in a disposable society. It’s easier to throw things out than to fix them. We even give it a name – we call it recycling.
– Neil LaBute

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s