Packet Over Sonet (POS)

 PAPER JARINGAN KOMPUTER

 Protokol Komunikasi : Packet over SONET / SDH

 

 Nama Kelompok :

Lukman Hidayatulloh                                  (102410101068)

Mas Utomo Efendi                                           (102410101069)

Angga Ari Wijaya                                              (102410101070)

Risha Prasetyo                                                    (102410101076)

Rahmad Hidayat                                               (102410101078)

 

 Program Studi Sisitem Informasi

Universitas Jember

2011

 

PENDAHULUAN

 Seiring berkembangnya teknologi dibidang jaringan komunikasi dan informasi membawa kita menggunakan teknologi yang cukup untuk mengatasi peningkatan transfer data yang semakin padat dan kompleks. Beberapa teknologi paket transfer data yang ada terus berkembang untuk memenuhi keadaan saat ini.

Packet over SONET / SDH atau disingkat POS adalah protokol komunikasi untuk transmisi paket dalam bentuk Point to Point Protocol (PPP) over SDH atau SONET, yang keduanya protokol standar untuk mengkomunikasikan informasi digital menggunakan laser atau diode yang memancarkan cahaya (LED ) pada serat optik tingkat tinggi.

SONET/SDH menggunakan teknologi transfer data yang dinamakan Synchronous Transfer Mode (STM). Pada umumnya, SONET/SDH dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelas tergantung dari berapa jumlah Synchronous Transport Signal (STS) yang dipasang, semakin banyak STS yang dipasang maka semakin cepat data rate akan berjalan. Pada paper ini akan dibahas mengenai penjelasan mengenai SONET/SDH diantaranya, sejarah, cara kerja, frame yang dipakai oleh SONET/SDH, overhead dan pengaman, topologi jaringan ring SONET, serta contoh pemakaian SONET/SDH di Indonesia.

 Packet Over SONET

 Perkembangan Teknologi SONET

SONET dikembangkan di Amerika Serikat melalui komite ANSI T1X1.5 pada tahun 1985. Amerika serikat menginginkan data rate mendekati 50 Mbps, sedangkan Eropa menginginkan data rate mendekati 150 Mbps. Hal ini menghasilkan dua nama yang berbeda untuk nama yang sama yaitu SONET (Synchronous Optical Network) dan SDH (Synchronous Digital Hierarchy).

SONET hanya digunakan di US, Canada, dan Jepang. Sedangkan SDH digunakan di negara-negara sisanya. SDH dibuat beberapa tahun setelah SONET.

Jaringan Sonet

SONET adalah standar komunikasi digital yang baru untuk suatu sistem transmisi serat optik. Transport signal level-1 (STS-1) dengan frekuensi 51,840 Mbps dan multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali sinyal dasar STS-1 sehingga lebih effisien dibandingkan hirarki yang lain. SONET juga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu melakukan penambahan kabel optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu terjaga pada topologi ring yang menggunakan wavelenght division multiplexing (WDM).

Jalur koneksi SONET-paket over-(atau paket-over-SDH) interface dapat berupa sebuah optik (yaitu serat optik) interface. Interface optik memungkinkan dua router untuk satu sama lain langsung terhubung dengan kabel serat (disebut dark fiber). Electrical interface, sementara ini, mungkin menjadi alternatif yang lebih murah, jika STM-1 atau OC-3 koneksi antara router- router harus multiplexed dengan SONET lain atau sambungan SDH oleh SONET collocated atau multiplexors SDH,  lapisan protokol datalink adalah HDLC dan protokol jaringannya berupa IP.

Jaringan SONET merupakan jaringan yang linear. Node dari SONET disebut Add Drop Multiplexers (ADM). Ada dua atau empat penghubung antara ADM yang satu dengan yang lainnya., dengan sepasang penghubung sebagai pelindung dan back-up, hal ini dapat dilihat di gambar 1.

Gambar 1. Node SONET

ADM adalah tempat di mana traffic dari data masuk dan keluar. Berikut tabel yang berisi tingkatan kecepatan dari SONET:

SONET/SDH Designations and bandwidths

SONET Optical Carrier Level

SONET Frame Format

SDH level and Frame Format

Payload bandwidth (kbit/s)

Line Rate (kbit/s)

OC-1 STS-1 STM-0

50,112

51,840

OC-3 STS-3 STM-1

150,336

155,520

OC-12 STS-12 STM-4

601,344

622,080

OC-24 STS-24

1,202,688

1,244,160

OC-48 STS-48 STM-16

2,405,376

2,488,320

OC-192 STS-192 STM-64

9,621,504

9,953,280

OC-768 STS-768 STM-256

38,486,016

39,813,120

Tabel 1. Bandwidth SONET/SDH

STM (Synchronous Transfer Mode)

Transfer data untuk kebutuhan voice dan video transfer tidak bisa disamakan dengan kebutuhan transfer data. Maka dari itu statitiscal multiplexing tidak dapat digunakan untuk kasus transfer voice dan video, hal ini dikarenakan adanya delay. TDM (Time Division Multiplexing) memanfaatkan adanya time slot, setiap jalur yang masuk dimultipleks secara urut berdasarkan urutan waktunya sebesar time slot.

Pada sistem digital time slot merepresentasikan 64 kbps channel. Untuk aplikasi yang membutuhkan bandwidth lebih dari 64 kbps, maka lebih dari satu time slot dapat digunakan. Kapasitas dari sistem transmisi ditentukan oleh jumlah pengguna dan ukuran dari time slot yang digunakan oleh setiap pengguna. Tipe transmisi ini seringkali disebut Synchronous Transfer Mode (STM).

Gambar 2. Multiplexing STM

Gambar diatas menunjukan STM multiplexing. Empat pengguna menjalankan berbagai aplikasi, dan keempat pengguna tersebut terhubung ke satu STM multiplexer, karena setiap time slot dari setiap user dikirimkan secara urut dan tetap dikirimkan walaupun tidak terisi, maka jika sebuah time slot beroperasi pada bandwidth 64 kbps maka output harus memiliki bandwidth minimum sebesar 256 kbps. Ciri utama dari sistem ini adalah waktu menunjukan alamat penerima, karena time slot dikirimkan secara urut.

Pada gambar diatas terdapat empat pengguna, pengguna pertama V yaitu voice connection, pengguna kedua P1 yaitu data connection, pengguna ke tiga kosong, dan pengguna ke-empat P2 data connection. Apabila STM multiplexer mengambil satu time slot setiap 125 µs maka output membutuhkan bandwidth yang cukup untuk membawa empat time slot setiap 125 µs walaupun ada time slot yang kosong.

Sistem multiplexing seperti ini hanya digunakan pada situasi dimana transfer data membutuhkan timing yang tepat seperti voice dan circuit emulation services. Pada situasi seperti ini kedua alat pengguna harus mengirim dan menerima data pada interval waktu yang konsatan, sehingga kedua alat menggunakan clock rate yang hampir sama.

Topologi Jaringan SONET

Pada umunya SONET menggunakan topologi ring. Ring SONET lebih dikenal sebagai self healing rings. Ring SONET menggunakan dua atau lebih jalur transmisi antar node, dan dan node dari SONET biasanya berupa Digital Cross-Connects (DCS) atau Add/Drop Multiplexers (ADM). Berikut tipe-tipe ring SONET:

• Two Fiber Unidirectional

Gambar 3. Two Fiber Unidirectional

 

Two Fiber Undirectional merupakan topologi ring SONET yang paling mudah diimplementasikan. Semua data dilewatkan jalur working ring, sedangkan standby ring yang digunnakan sebagai pengaman menunggu. Jika ada kegagalan pada jalur working ring maka kedua node yang aktif segera pindah ke jalur standby ring.

• Two Fiber Bidirectional

Gambar 4. Two Fiber Biidirectional

 

Pada topologi ini traffic data berjalan melalui kedua jalur, tetapi setiap jalur dibagi menjadi dua yaitu setengah untuk jalur data dan setengah untuk proteksi. Hal ini mengakibatkan kapasitas transfer data pada setiap jalur menjadi setengah. Jalur proteksi digunakan sebagai jalur alternatif apabila terjadi kegagalan pada jalur utama.

 

Data Over SONET

Peningkatan data traffic membutuhkan teknologi untuk menyalurkan Ethernet atau IP ke Physical Layer. Data Over SONET juga dapat disebut Ethernet over SONET (EoS) dan Paket over SONET (POS). Untuk PoS ada dua langkah untuk enkapsulasi:

  1. Pertama, IP Packets dienkapsulasi dengan sebuah Point-to-Point Protocol (PPP).
  2. Kedua, enkapsulasi ke frame yang mirip High-Data Layer Control.
    Frame ethernet dipetakan ke dalam frame yang dipetakan secara GFP kemudian dipetakan melalui rangkaian virtual ke dalam frame-frame SONET, hal ini dapat dilihat di gambar 10.

Gambar 6. Data Over SONET

 

Keuntungan-keuntungan dari SONET:

  1. 1.      High transmission rates
    Transmissin rate hingga 40 Gb/s dapat dicapai dengan teknologi SONET modern.
  2. 2.      Simplified add and drop function
    Channel dengan bit rate yang rendah dapat diekstrak lalu dimasukkan ke bit-streams yang bekecepatan tinggi di SONET tanpa perlu tambahan multiplexer dan demultiplexer.
  3. 3.      High availbility and capacity matching
    Dengan SONET network providers dapat dengan cepat mengontrol network para customer sesuai dengan keinginan customer. Network provider menggunakan network elements yang terstandardisasi.yang dapat dikontrol dari sentral menggunakan Telecommunication Management Network (TMN) system.
  4. 4.      Relibility
    Jaringan SONET modern dibuat dengan automatic back-up circuit dan mekanisme perbaikan yang berguna untuk mengatasi kegagalan sistem dan untuk memonitor sistem. Sehingga tidak ada kegagalan dari sebuah netrwork element link yang mengakibatkan seluruh network gagal.
  5. 5.      Future-proff platform for new services
    SONET dapat terhubung dengan berbagai platform dengan area yang luas seperti POTS, ISDN, mobile radio, dan data communications (LAN, WAN, dan lain-lainnya). SONET juga dapat mengatasi broadcasting video dan audio melalui ATM.

SONET/SDH Di Indonesia

SONET sudah digunakan pada berbagai macam bidang di Indonesia, sebagai contohnya Telkomsel telah menggunakan teknologi STM-1 untuk meningkatkan kapasitas jaringan Jawa-Makassar-Ambon-Papua dengan menggunakan transmisi Satelit IDR (Intermediate Data Rate) mengingat tidak adanya link transmisi Fiber Optic dan Terrestrial.

Program peningkatan tersebut dilakukan pada Juli 2008 hingga April 2009. Satu STM-1 setara dengan 63 E1 atau 155 Mbps sedangkan Telkomsel menambahkan STM-1 yang berjumlah 6 buah sehingga total peningkatan kapasitas yang dilakukan adalah setara dengan 378 E1 atau 980 Mbps.

Contoh yang lainnya adalah, Nokia Siemens Network (NSN) yang menawarkan sebuah solusi Dense Wavelength Division Multiplex (DWDM). Jaringan DWDM memberikan bandwidth optik yang lebih besar daripada jaringan serat optik di masa lalu. Serat fiber dibagi dalam kanal-kanal panjang gelombang, yang masing-masing membawa aliran data sendiri-sendiri. Teknologi DWDM dapat diterapkan pada berbagai area jaringan telekomunikasi contohnya LAN, Ethernet, dan SONET/SDH.

Tidak terlepas dari contoh-contoh diatas biasanya sebuah internet service provider biasanya menggunakan teknologi SONET/SDH pada jaringan transmisi data mereka untuk memperkuat jaringannya sehingga pelanggannya tetap dapat menikmati layanan yang terbaik. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Telkomsel contoh di atas. Selain Telkomsel, ada provider lain yang menyediakan layanan Ethernet over SONET/SDH yaitu PT Kejora Gemilang Internusa.

Teknologi SONET/SDH yang berbasis pada fiber optik sangat besar peranannya dalam sebuah jaringan. Teknologi SONET/SDH dapat diubah menjadi teknologi DSLAM atau ADSL ataupun Ethernet sehingga teknologi SONET/SDH membuat sebuah jaringan menjadi sangat efisien dan fleksibel. Pengubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat mensinkronkan frame dan informasi antara SONET dan ADSL. Dan keuntungan yang lain tentu saja dengan menggunakan SONET/SDH maka bandwidth yang dapat dipakai menjadi meningkat dan jaringan menjadi lebih stabil dan kuat.

Untuk pengguna, SONET/SDH lebih banyak dipakai oleh internet service provider dibandingkan oleh pelanggan. Hal ini dikarenakan bandwidth yang dibutuhkan pelanggan masih belum setinggi bandwidth minimum dari SONET/SDH. Maka dari itu teknologi SONET/SDH hanya dimanfaatkan oleh internet service provider yang membutuhkan bandwidth besar seperti Telkomsel.

KESIMPULAN

 

SONET/SDH memiliki banyak keunggulan, antara lain dengan topologi ring yang dimilikinya SONET/SDH memiliki tingkat keamanan yang cukup bagus, selain itu SONET/SDH juga masih dapat dikembangkan, hal ini dapat dilihat dari adanya overhead yang belum terpakai. Namun dalam penggunaanya di Indonesia, SONET/SDH masih jarang digunakkan untuk end user karena bandwidth yang dibutuhkan oleh pelanggan pada umumnya masih belum sebesar bandwidth minimum SONET/SDH. Dan diharapkan dengan berkembangnya jaman, SONET dapat berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan.

 

Daftar Pustaka :

______, Packet over SONET/SDH, [online], (http://en.wikipedia.org/wiki/Packet_over_SONET/SDH, 13 september 2011)

 Novira Nadira, 2010,Network technologies typically used in IP-backbone networks”, hal.2-3

 _____, Packet Over Sonet (POS), [online], (http://blog.networking-scouts.com/packet-over-sonet-pos, 13 September 2011)

Satu pemikiran pada “Packet Over Sonet (POS)

  1. Pip stands ffor “percentage in point” and is the smallest price increment in forex trading.

    If yyou wwant to trade just a few times a month, have low risk and
    spend just 30 minutes a day trading, then trading brteakouts and
    make some great Forex profits. Again, slight difference over a great many traders,
    can greatly affect trading performance. Once you start learning the
    main concepts off currency trading through education, you
    should now put them into practice.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s